5 Fakta Ayah di Bogor Pukuli 4 Anak Pakai Martil Selama 7 Tahun

M Solihin - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 08:23 WIB

3. Kekerasan Dilakukan Selama 7 tahun

Achmad Febi (38), ditangkap polisi karena aniaya 4 anak tiri dan anak kandungnya dengan martil dan kunci inggris. Achmad Febi disebut melakukan kekerasan sejak 7 tahun lalu di tempat tinggal mereka di Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor.

"Jadi pelaku ini sudah melakukan kekerasan terhadap anaknya ini sejak ia menikahi istrinya. Kurang lebih setahun setelah menikah, sudah 7 tahun berarti. Pelaku dan pelapor ini menikah 2014. Setahun setelah menikah itu mulai dilakukan kekerasan-kekerasan," ungkap Waka Polresta Bogpr Kota AKBP Arsal Syahban, Selasa (24/3/2021).

Sebenarnya, kata Arsal, pelapor mengetahui perbuatan pelaku sejak awal. Namun karena alasan tak ingin rumahtangganya hancur, pelapor mencoba bersabar dan berharap prilaku kasar sang suami berubah setelah memiliki anak kandung.

"Jadi pelaku menikahi pelapor yang sudah memiliki 3 anak. Sementara dari hasil perkawinan mereka (pelapor dan pelaku) ada 1 anak. Jadi total 4 anak dan semua alami kekerasan," sebut Arsal.

4. Pukul Anak Hanya Karena Tak Sempurna Tutup Gerbang

Achnad Febi menceritakan, salah satu anaknya ia pukul dengan kunci inggris hanya karena tidak sempurna ketika diminta menutup pintu gerbang. Kunci inggris yang semula hanya untuk ancaman, kemudian digunakan untuk memukul anaknya karena dianggap tidak menuruti keinginan sang ayah.

"Itu awalnya cuma ngancam saja pak. Saya bilang kalau kamu tidak nurut lagi, ni Papih pukul pakai kunci inggris. Ternyata kejadian lagi, kejadi kedua saya diemin, kejadian lagi ketiga, yauda saya pukul pakai kunci inggris kepalanya itu," aku Achmad Febi.

"Itu ada yang saya pukul karena ngga nurut saja apa yang orangtua bilang. Kaya nutup gerbang, tapi kurang sempurna nutupnya, terus dipukul biar ngerti. Itu karena berkali-kali, selalu begitu pak," tambahnya.

Tidak hanya itu, pelaku juga mengaku memukul anaknya dengan martil karena nasi goreng yang dibeli anaknya tidak sesuai pesanan.

"Itu dipukul di bagian betis, itungajarin anak saja pak. Itu kesalahannya diulang terus. Kaya kalau beli nasi gorengnggapedes tapi ternyata rasanya pedas. Ya banyak pak kesalahannya," sebutAchmadFebi.