5 Fakta Ayah di Bogor Pukuli 4 Anak Pakai Martil Selama 7 Tahun

M Solihin - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 08:23 WIB
Bogor -

Seorang ayah di Bogor tega menganiaya anak-anaknya dengan martil hingga kunci inggris selama bertahun-tahun. Tidak hanya kepada 3 anak tirinya, pelaku juga menganiaya anak kandungnya sendiri yang kini berusia 7 tahun. Karena perbuatannya, pelaku yang bernama Achmad Febi (36) kini harus berurusan dengan polisi.

Berikut fakta-fakta aksi kekerasan yang dilakukan Achmad Febi kepada anak-anaknya,

1. Terungkap Setelah Dilaporkan Istrinya Sendiri

Waka Polresta Bogor Kota AKBP Arsal Syahban mengatakan, aksi kekerasan yang dilakukan Achmad Febi terungkap setelah sang istri melapor ke polisi.

"Jadi ini terungkap setelah istri tersangka melaporkan kejadian ini. Bahwa tersangka ini telah melakukan kekerasan terhadap anak-anaknya. Ada 4 anaknya, 3 anak tiri dan 1 anak kandung, semuanya mengalami kekerasan fisik dan psikis," kata AKBP Arsal Syahban ketika memberikan keterangan pers, Selasa (23/3/2021).

Awalnya, istri pelaku tidak ingin melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Dengan harapan, pelaku berubah jika memiliki anak kandung.

"Awalnya pelapor berpikir mudah-mudahan setelah punya anak bersama (kandung,red) kelakuan si pelaku berubah, tapi ternyata dari hari ke hari kelakuannya makin menjadi. Takut traumatik makin mendalam dan terjadi dengan yang lain, akhirnya dia (istri pelaku) melaporkan. Istrinya juga merasakan ketakutan-ketakutan juga," tutup Arsal.

2. Dipukul Menggunakan Martil hingga Kunci Inggris

Arsal menjelaskan kekerasan yang dialami keempat anak itu berupa kekerasan fisik dan non fisik. Para korban, kata Arsal, dipukul menggunakan palu, kunci inggris dan obeng.

"Kekerasan yang dilakukan terhadap anak, khususnya anak yang nomor 3 itu dipukul (dengan tangan kosong) di pelipis kanannya sampai benjol itu. Kemudian kepalanya itu dipukul dengan kunci inggris, terus kaki atau betisnya itu dipukul dengan martil, itu dilakukan pelaku hanya karena kesalahan-kesalahan kecil," ungkap Arsal.

Tidak hanya itu, pelaku yang bergelar sarjana ekonomi ini juga sempat mengancam dengan pisau jika para korban tidak mau menuruti perintahnya.

"Kemudian yang tertua itu diancam dengan pisau itu, dipukulkan ke telinganya dan tergores. Itu semua membuat traumatik yang mendalam ya," kataArsal.