Manfaatkan Waktu Luang, Pelajar Bandung Ubah Kayu Bekas Jadi Kerajinan

Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 16:23 WIB
Sekelompok remaja tengah membuat kerajinan dari kayu bekas.
Sekelompok remaja tengah membuat kerajinan dari kayu bekas (Foto: Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Sekelompok remaja di Kabupaten Bandung, Jawa Barat memanfaatkan waktu senggang di masa belajar daring dengan membuat kerajinan kayu. Belajar daring memberi mereka ruang untuk lebih produktif.

Seperti yang dilakukan oleh Alfi Latif (19) siswa dari SMAN 1 Banjaran. Ia bersama empat temannya sudah dua bulan aktif membuat kerajinan kayu di sebuah rumah yang berada di Gang Kuburan, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung

Alfi dan temannya mulai membuat kerajinan kayu setelah selesai belajar daring. Kerajinan kayu yang mereka buat seperti jam dinding, pigura foto dan piala. Meski hanya sekadar mengisi waktu senggang, mereka mengaku dapat belajar berwirausaha dari membuat kerajinan kayu.

"Paling setelah belajar daring, langsung ke sini, membuat kreasi seperti jam dinding dan piala," kata Alfi di sela-sela proses pembuatan, Selasa (23/3/2021).

Selain memberikan pengalaman, Alfi pun sering kali menggunakan uang hasil penjualan kerajinan kayu untuk membeli kuota internet.

"Ya lumayan lah tambah-tambah jajan dan beli kuota untuk daring," kata Alfi.

Hasil karya buatannya dijual dengan harga yang terjangkau dari mulai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribuan.

Ide membuat kerajinan ini bukanlah hadir dari para remaja saja, melainkan dari para orang tua di kampung tersebut. Hendra Hidayat selaku ketua Rukun Warga bersama sejumlah orang tua berinisiatif membuat program agar remaja di kampungnya dapat memanfaatkan gadget secara produktif.

Program tersebut pada awalnya diikuti dari satu dan dua remaja di kampungnya. Namun, seiring berjalannya waktu, program tersebut memberi daya tarik bagi sebagian remaja.

"Ada kurang lebih 8 orang anak, SMP, SMA dan yang sudah keluar sekolah," kata Hendra.

"Kita manfaatkan waktu daring itu agar gimana caranya menggunakan internet itu lebih produktif. Saya suruh mereka belajar bagaimana dari internet bisa menghasilkan uang," lanjutnya.

Akhirnya, mereka memutuskan membuat kerajinan kayu bekas. Dengan menggunakan kayu bekas pula, mereka berusaha untuk mengurangi sampah bekas pengolahan kayu.

"Yang dimanfaatkan limbah mebel, dari tukang kayu, kita produksi semacam kerajinan seperti jam dinding, pas foto, dan piala tropi," kata Hendra.

Meskipun belum memiliki penghasilan yang besar, dirinya yakin, program tersebut dapat berkelanjutan. Selain itu, Hendra menuturkan, program tersebut membantu warga mengubah citra kampungnya yang dikenal sering terjadi tawuran antar kampung.

Ia berharap, dengan program ini, remaja di kampungnya dapat menjauh dari perilaku yang menyimpang tersebut. "Gerakan ini terletak atas dasar maraknya kenakalan remaja di wilayah sini. Minimalkan bisa diarahkan ke yang positif. Dan, sebenarnya anak muda bisa diarahkan," pungkasnya.

(mso/mso)