Siswa SMK di Cimahi Mulai Jalani Praktikum Tatap Muka di Sekolah

Whisnu Pradana - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 15:13 WIB
Siswa SMK di Cimahi mulai praktikum tatap muka
Siswa SMK di Cimahi mulai praktikum tatap muka (Foto: Whisnu Pradana)
Cimahi -

Siswa kelas akhir tingkat SMK di Kota Cimahi mulai menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi COVID-19. Pembelajaran tatap muka itu khusus untuk praktikum yang selama ini terhambat.

Salah satu sekolah yang mulai menjalankan praktikum tatap muka yakni SMK Negeri 3 Cimahi. Siswa kelas 12 sekolah tersebut mulai melaksanakan praktikum sesuai latar belakang pendidikan yang digeluti.

Total siswa kelas 12 SMK Negeri 3 Cimahi sebanyak 500 orang terbagi dalam lima kejuruan yaitu jurusan Tata Boga, Tata Busana, Multimedia, Akomodasi Perkantoran, dan Akomodasi Perhotelan.

"Hari ini kita mulai praktikum untuk kelas 12. Dari total 500 siswa di lima jurusan hanya 30 persen yang hadir. Untuk guru yang boleh hadir itu hanya yang mengajar mata pelajaran tersebut," ungkap Plt Kepala Sekolah Ayi Rohmat Sumirat kepada wartawan, Senin (22/3/2021).

Siswa kelas 12 SMK sendiri seharusnya melaksanakan praktik secara penuh selama setahun belakangan. Namun terkendala gegara pandemi COVID-19, sehingga pihak sekolah mengkombinasikan praktikum kali ini dengan konsultasi menjelang pelaksanaan Ujian Kompetensi bagi siswa kelas 12 yang akan digelar bulan April mendatang.

"Jadi sebetulnya ini sebagai ajang konsultasi juga karena kan mereka setahun tidak praktikum. Dari aspek kompetensi tingkat keterampilannya beda dengan yang sebelumnya, karena tidak dilatih setiap saat. Kalaupun praktik di rumah misalnya untuk tata boga, kan tidak setiap anak punya alat masak sesuai standar kita," jelasnya.

Setiap siswa kelas 12 yang menjalani praktikum kali ini hanya memiliki tiga kali kesempatan praktik sesuai bidang kejuruannya. Padahal normalnya, setiap anak setiap hari harus mengasah keterampilannya sebelum terjun ke industri yang sebenarnya.

"Kesempatan berlatihnya hanya tiga kali. Karena kalau normal, hampir tiap hari praktik. Ya karena waktunya terbatas, belum lagi harus bergiliran dengan jurusan lain karena pembatasan jumlah kehadiran. Tapi minimal kompetensi yang diasah ini menyesuaikan tuntutan yang mendesak di industri," jelasnya.

Mengingat saat ini sedang berada di tengah pandemi COVID-19, pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat bagi siswa maupun guru yang hadir.

"Kita terapkan protokol kesehatan dengan ketat, siswa dan guru wajib bermasker. Cek suhu, dan lain-lain. Kalau ada yang sakit dengan alasan apapun, kita tidak izinkan ikut praktik dulu," tegasnya.

Sebelumnya Pemerintah Kota Cimahi sudah memberikan rekomendasi bagi sekolah tingkat SMK untuk menggelar pembelajaran tatap muka untuk siswa kelas akhir yang menghadapi praktikum pada pekan depan.

Namun catatannya sekolah harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat demi menghindari risiko penularan COVID-19 di antara siswa dan guru yang ada di lingkungan sekolah.

"Untuk PTM kita berikan rekomendasi bagi siswa kelas akhir di SMK mulai Senin (22/3/2021)," ungkap Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana.

Keputusan memberikan izin pelaksanaan sekolah tatap muka bagi siswa SMK berdasarkan masukan dari pihak sekolah bahwa siswa SMK kelas akhir membutuhkan pembelajaran praktikum sesuai kompetensi jurusan.

"Salah satunya di akhir tahun ajaran ada uji kompetensi yang harus dikuasai. Kalau tidak dapat praktiknya nanti apakah nilainya akan ada, kan tidak bisa seperti tetap harus ada praktiknya," katanya.

Tonton juga Video: Sebanyak 23 Sekolah di Solo Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)