Baru 3 Tahun Dibangun, Jembatan Penghubung 3 Desa di Sumedang Ambruk

Muhamad Rizal - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 17:02 WIB
Jembatan penghubung tiga desa di Sumedang ambruk
Jembatan penghubung tiga desa di Sumedang ambruk (Foto: Muhamad Rizal)
Sumedang -

Jembatan penghubung 3 desa di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang ambruk, ambruknya jembatan ini disebabkan dengan konstruksi bangunan yang buruk dan tersapu air sungai Cisugan yang meluap.

Jembatan yang bernama Kelapa Dua berada di Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara tersebut ambruk pada Kamis (18/3/2021) kemarin sore, ambruknya jembatan tersebut menurut keterangan dari seorang warga Ade Wahyudi (40) jembatan ambruk terjadi pada saat hujan disertai angin terjadi di wilayah Sumedang sehingga jembatan yang menjembatani sungai dari Cisugan ini ambruk.

"Kejadiannya waktu sore kan hujan deras banget ga berhenti-berhenti, pas kira jam 5 terdengar suara keras jembatan ambruk," kata Ade saat didatangi dilokasi, Jumat (19/3/2021).

Menurutnya jembatan tersebut baru di bangun pada tahun 2017, namun dalam waktu hanya 3 tahun jembatan yang penghubung dari 3 desa tersebut sudah ambruk.

"Jembatan ini dibuatnya tahun 2017, 2018 selesai tapi baru 3 tahun udah ambruk kaya begini," ujarnya.

Sementara itu menurut keterangan dari Kepala Desa Margamukti, Maman Suparman jembatan ini menghubungkan 3 desa, diantaranya Desa Margamukti, Desa Padasuka serta Desa Mulyasari.

"Jembatan ini menghubungkan untuk warga masyarakat Desa Margamukti, Desa Padasuka sama juga Desa Mulyasari," kata Maman.

Tambah Maman, kejadian ambruknya jembatan ini dikarenakan konstruksi bangunan dari jembatan buruk dan tidak memenuhi standart daripada konstruksi bangunan jembatan pada umumnya sehingga tidak kuat menahan bila sungai Cisugan sedang meluap dan menimpa jembatan.

"Ini jelas kesalahan dari konstruksi jembatannya yang tidak memiliki standar dari konstruksi bangunan jembatan pada umumnya," tambahnya.

Warga setempat berharap kepada pemerintah agar secepatnya untuk dibangun kembali jembatan, biarpun jembatan tersebut bukan jalur utama namun banyaknya warga yang berprofesi sebagai petani sering menggunakan jembatan tersebut.

(mud/mud)