Atasi Banjir, Pemkab Karawang Berencana Bangun Embung-Normalisasi Sungai

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 14:40 WIB
Wabup Karawang Aep Syaepulloh
Wabup Karawang Aep Syaepulloh (Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikcom).
Karawang -

Pemerintah Kabupaten Karawang bersama pihak lainnya tengah menyiapkan langkah untuk mengatasi banjir. Salah satunya menyiapkan tempat penampungan air hingga normalisasi Sungai Cikaranggelam.

"Saat ini, kami bergerak cepat di Cikampek dulu, karena banjir tahun ini, wilayah Perum BMI 1, dan 2 terkena banjir yang cukup parah," kata Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh saat memetakan lahan embung, di Cikampek, Karawang, Rabu (17/3/2021).

Dia mengungkapkan banjir yang terjadi di Perum BMI 1, dan 2 ini akibat limpasan air besar dari hulu Sungai Cikaranggelam, yang dikirim dari Situ Kamojing di Kabupaten Purwakarta.

"Limpasan besar dari Cikaranggelam itu kiriman dari Situ Kamojing. Nah, air dari situ Kamojing itu kiriman air dari hulunya, berada di Purwakarta," ungkapnya.

Menurutnya saat ini telah menemukan titik temu penanganan dengan Purwakarta. Titik temu tersebut yakni pembuatan embung di wilayah hulu, normalisasi, dan naturalisasi Sungai Cikaranggelam.

"Jadi sudah ada titik temu, yakni penyiapan lahan 20 hektar di Purwakarta untuk membuat embung, terus naturalisasi, dan normalisasi Sungai Cikaranggelam, dan membuat bendungan Situ Kamojing," jelasnya.

Dia menargetkan pelaksanaan sejumlah kegiatan tersebut bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pihaknya juga sudah bertemu dengan sejumlah pihak untuk membahas rencana pekerjaan tersebut.

"Targetnya secepatnya, bulan depan dimulai," tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengungkapkan ada banyak perbedaan penanganan yang perlu dilakukan untuk mengatasi banjir di Karawang.

"Bicara banjir, tentunya ini menjadi prioritas utama bagi kami, sebagai pemerintah. Tidak dipungkiri, masalah banjir itu hingga kini menjadi polemik yang tidak kunjung terselesaikan. Akan tetapi, kami terus berusaha untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat yang terdampak banjir," katanya.

Ia menjelaskan wilayah yang begitu luas dan banyak daerah aliran sungai (DAS), memiliki karakteristik penanganan yang berbeda-beda.

"Banjir di Karawang itu begitu kompleks, dan setiap daerah teraliri oleh banyak daerah aliran sungai. Dan wilayahnya punya karakteristik berbeda-beda dalam penanganannya," tandasnya.

(mso/mso)