Geng Motor Kembali Berulah, Bawa Sajam Serang Indekos di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 13:42 WIB
Cianjur -

Geng motor di Cianjur kembali berulah. Anggota geng motor yang membawa senjata tajam dan balok kayu secara brutal menyerang kos-kosan di kawasan BLK Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur.

Informasi yang dihimpun, aksi penyerangan itu terjadi pada Rabu (10/3/2021) dini hari. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar di media sosial, tampak gerombolan anggota geng motor tersebut mendatangi kos-kosan sembari mengacungkan senjata tajam.

Penghuni kos yang semula berada di depan kosannya pun langsung kabur dan masuk ke dalam kamar.

Tak berhasil menyerang penghuni kos, anggota geng motor tersebut malah merusak sepeda motor yang terparkir di depan kos-kosan.

Bakur, Ketua RT 01/16 Desa Limbangansari mengatakan anggota geng motor yang menyerang kosan di wilayahnya berjumlah enam orang. Mereka langsung masuk ke pemukiman penduduk dengan menggunakan sepeda motor berknalpot bising.

"Kebetulan saya sedang di pos, tiba-tiba datang. Mau membubarkan juga takut, mereka semua membawa senjata tajam. Ada yang bawa golok, celurit, dan senjata tajam yang berbentuk seperti gergaji," kata dia, Kamis (11/3/2021).

Ia mengaku belum mengetahui motif para anggota geng motor menyerang kos-kosan tersebut. Namun mereka sempat merusak beberapa unit sepeda motor dan menggulingkan drum aspal.

"Saya juga sempat tanya ke penghuni kos dan warga lainnya, tapi tidak ada yang tahu apa motif mereka. Yang jelas tiba-tiba menyerang. Bahkan salah satunya sengaja meninggalkan sajam di depan kosan yang diserang," tuturnya.

Dia berharap polisi bisa segera menangkap anggota geng motor yang meresahkan tersebut. "Warga resah, takut ada penyerangan lagi. Penghuni kos juga syaa minta pulang dulu, khawatir mereka kembali lagi," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Moch Rifai mengatakan polisi sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Pihaknya juga tengah melakukan penyelidikan untuk menangkap para pelaku yang meresahkan tersebut.

"Sudah dicek, kita selidiki lebih lanjut siapa saja pelakunya dan apa motifnya," pungkasnya.

(mso/mso)