Maksimalkan Tracing COVID-19, DPRD Dorong Labkesprov Jabar Jadi BLUD

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 07 Mar 2021 23:31 WIB
Labkesda Jabar bisa periksa 1.200 sampel COVID-19 per hari
Labkesda Jabar (Foto: Dokumentasi Humas Pemprov Jabar)
Bandung - Keberadaan Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Labkesprov Jabar) menjadi vital di masa pandemi ini. Fasilitas tersebut diperlukan untuk menguji sampel virus Corona di masa pandemi COVID-19.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya meminta agar kualitas dan kapasitas Labkesprov ditingkatkan, salah satunya dengan mengubah Labkesprov menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dari UPTD.

"Jawa Barat memerlukan uji sampel COVID-19 yang banyak dan berkelanjutan. Penduduk Jawa Barat paling banyak, wilayahnya luas," kata Abdul Hadi dalam keterangan yang diterima, Minggu (7/3/2021).

Saat ini, ia melihat Labkesprov masih belum bisa maksimal dalam memberikan pelayanan karena keterbatasan anggaran dan mobile laboratorium. "Karena masih tergantung dari dana APBD," katanya.

Idealnya, kata Hadi, Labkesprov turun langsung ke masyarakat untuk menguji sampel COVID-19 untuk membantu memutus mata rantai penularan virus Corona. "Misalnya Labkesprov melakukan pengetesan secara mobile dengan langsung turun ke pemukiman warga," katanya.

Saat ini, Labkesprov Jawa Barat sudah memiliki peralatan yang mutakhir serta didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga harus dimaksimalkan keberadaannya. Labkesprov Jawa Barat sudah melayani laboratorium klinik untuk perseorangan yang bermanfaat untuk pencegahan, penegakkan diagnosis, dan terapi.

"Jadi masyarakat yang akan cek gula darah, kolesterol, hematologi, urinalis, faeces, mikrobiologi klinik dan lainnya, sudah bisa ke Labkesprov," katanya.

Selain itu, dia menyebut Labkesprov pun sudah melayani laboratorium kesehatan untuk menunjang pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat. "Labkesprov bisa untuk uji kimia lingkungan seperti untuk mengetahui kebersihan air (air minum, limbah, dll) dan udara," katanya.

Tak hanya itu, dia juga menyebut laboratorium pelat merah ini pun melayani uji makanan dan minuman seperti untuk mengetahui adanya kandungan formalin, boraks, lemak, racun, dan lainnya.

"Labkesprov juga merupakan penyelenggara uji profisiensi bagi laboratorium lain. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas laboratorium-laboratorium yang ada," kata dia.

Dalam melayani berbagai laboratorium tersebut, menurutnya Labkesprov Jawa Barat sudah mengantongi akreditasi seperti SNI ISO/IEC17025 : 2017 sebagai laboratorium penguji SNI. Oleh karena itu, Hadi meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan kapasitas dan kualitas Labkesprov agar semakin banyak masyarakat yang merasakannya.

Salah satu caranya dengan menaikkan status dari UPTD menjadi BLUD (badan layanan umum daerah). "Kami mendorong agar Pak Gubernur, Pak Sekda segera memproses peningkatan status Labkesprov menjadi BLUD," ujarnya.

Dengan menaikkan status, menurutnya Labkesprov memiliki keleluasaan dalam meningkatkan layanan termasuk ketika komersialisasi. Keberadaannya pun akan mandiri karena tidak lagi menginduk kepada dinas kesehatan.

"Karena dengan BLUD, itu jadi setengah BUMD," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2