Gagal Berangkat ke Dubai, 6 Pekerja Migran di Bandung Dikembalikan ke Lombok

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 12:51 WIB
Imigran ilegal dipulangkan ke Lombok
Foto: Dok BP2PMI Bandung
Bandung -

Enam calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang batal berangkat ke Dubai, Uni Emirat Arab (EUA) secara ilegal dikembalikan ke kampung halamannya. Mereka dipulangkan usai serangkaian proses pemeriksaan di Bandung.

Keenam PMI ini awalnya hendak diberangkatkan ke Dubai untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga. Namun lantaran diduga pemberangkatan tersebut ilegal, mereka dijemput petugas Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2PMI) Bandung beberapa waktu lalu di tempat penampungan di Majalaya, Kabupaten Bandung.

"Keenam CPMI (Calon Pekerja Migran Indonesia) telah melalui proses BAK oleh petugas BP2MI Bandung dan telah melakukan LP (Lapor Polisi) ke Polda Jabar dan BAP di Polres Soreang. Selama proses tersebut, keenam CPMI diamankan dan diinapkan di kantor UPT BP2MI Bandung hingga waktunya dipulangkan," ujar Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan UPT BP2PMI Bandung N Wepi kepada detikcom, Sabtu (6/3/2021).

Keenam PMI ini dipulangkan melalui Bandara Husein Sastranegara menuju ke Lombok pada Jumat (5/3) kemarin. Mereka pun sudah tiba di Lombok dan diserahkan ke keluarganya.

"Saat ini, CPMI sudah tiba dengan selamat di Lombok dan telah diserahterimakan dengan petugas UPT BP2MI Mataram untuk kemudian bertemu dengan keluarga masing-masing," kata dia.

Sementara itu, Kepala UPT BP2PMI Bandung Ade Kusnadi menambahkan pengagalan keberangkatan enam PMI itu merupakan upaya penegakkan keadilan. Hal jnj guna mencegah terjadinya eksploitasi terhadap mereka.

"Penanganan PMI hasil sidak tersebut tentunya sebagai upaya dalam menegakkan keadilan terhadap CPMI yang telah di eksploitasi unttuk kepentingan bisnis para tekong atau calo yang akan ditempatkan secara unprosedural," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah calon pekerja migran Indonesia (PMI) digagalkan keberangkatan ke Dubai, Uni Emirat Arab (UAE). Mereka digagalkan lantaran diduga akan diberangkatkan secara ilegal.

Penggagalan keberangkatan itu dilakukan oleh tim Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Bandung pada Rabu (10/2). Petugas melakukan sidak ke sebuah rumah yang dijadikan penampungan para PMI tersebut di Desa Biru, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

"Ini merupakan tindak lanjut aduan masyarakat atas indikasi penempatan PMI ilegal ke negara Dubai," ujar Kepala UPT BP2MI Bandung Ade Kusnadi di kantor BP2MI Bandung, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (11/2/2021).

Simak juga 'Menaker Resmikan Workshop Pelatihan Perdana Bagi Calon Pekerja Migran':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/ern)