Perayaan KAA Ke-66 Digelar Secara Virtual

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 18:29 WIB
Perayaan KAA Ke-66 Digelar Secara Virtual
Tahun ini acara perayaan Konferensi Asia Afrika (KAA) bertemakan 'Humanity and Solidarity' yang merupakan perwujudan dunia melawan pandemi global. (Foto: Siti Fatimah/detikcom)
Bandung - Perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-66 pada tahun ini akan dirangkaikan dalam acara secara virtual (daring). Hal tersebut berkenaan dengan kondisi pandemi COVID-19 yang masih terjadi setahun lamanya.

Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi mengatakan tahun ini acara bertemakan 'Humanity and Solidarity' yang merupakan perwujudan dunia melawan pandemi global. "Tahun ini karena dalam kondisi memprihatinkan, tapi bukan berarti tidak ada semangat, kita punya semangat untuk terus berkarya. Tahun ini melaksanakannya daring, mudah-mudahan bisa segera berlalu dan semua berjalan normal kembali," ujar Dahlia dalam jumpa pers di Museum KAA, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (5/3/2021).

Manifestasi tema ditampilkan dalam sebuah logo dengan latar berwarna putih yang melambangkan dunia, kemudian bertuliskan angka 66 yang mengesankan dua benua dengan dua tangan saling berpegangan erat sebagai simbol kemanusiaan dan solidaritas. Warna merah yang ada dalam logo angka melambangkan Asia, sedangkan warna hijau merepresentasikan Afrika, dengan latar belakang putih menggambarkan dunia.

"Ini ada artinya, angka 66 itu besarnya sama setara, sejajar tidak ada yang satu di atas atau di bawah dan saling bergandengan tangan," kata Dahlia.

Meski digelar secara daring, pihaknya akan meramaikan KAA ke-66 itu dengan delapan jenis kegiatan. Delapan kegiatan tersebut diisi dengan perlombaan-perlombaan dan kegiatan literasi.

"Ada kegiatan peluncuran film dokumenter mengenai museum KAA yang menandai 41 tahun berdirinya museum, video persembahan kami empat dekade. Ada Bandung Historical Study Games, story telling untuk anak-anak bertema 'Indonesiaku Pahlawan Dunia'," tutur Dahlia.

Selain itu, ada kegiatan sosial pembagian 1.000 masker untuk dibagikan di Kota Bandung, kemudian ada program Massage of The World dengan melibatkan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri, peluncuran buku sejarah untuk disabilitas yang ditulis oleh pelaku sejarah KAA, serta pengibaran 109 bendera negara Asia Afrika dan satu bendera PBB.

"Pengibaran bendera di lingkungan Gedung Merdeka akan berlangsung selama April 2021. Kita harapkan dari semangat ini ke depan bisa membawa dan menghidupkan kembali semangat dunia untuk bersama-bersama bekerja sama dan tidak ada lagi perselisihan," ucap Dahlia. (bbn/bbn)