13 Terdakwa 'Bola Sabu' Rp 480 M di Sukabumi Jalani Sidang Tuntutan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 15:49 WIB
13 terdakwa bola sabu menjalani sidang tuntutan
Gedung PN Cibadak (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

13 terdakwa jaringan sabu internasional akan menjalani sidang tuntutan secara virtual yang digelar di tiga lokasi, Kamis (4/3/2021) hari ini.

Informasi yang diperoleh dari Pengadilan Negeri Cibadak, sidang perkara tersebut akan melibatkan penerjemah karena empat orang dari terdakwa merupakan warga negara asing (WNA) asal Iran dan Pakistan.

"Persidangan hari ini acaranya itu untuk semua ke 13 terdakwa untuk 7 berkas hari ini acaranya bersamaan.
Dari awal persidangan Untuk WNA ada juru bicaranya, penerjemah itu dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminjamkan atau dari terdakwa jadi ada dua," kata Humas PN Cibadak, Zulqarnain kepada awak media.

Zulqarnain menyebut sidang secara virtual di tiga lokasi, masing-masing JPU di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, terdakwa di Lapas Warungkiara dan Majelis Hakim di ruang sidang PN Cibadak, Palabuhanratu.

"Lokasi JPU di Kejaksaan, kemudian terdakwa dari Lapas, hari ini tuntutan, yang jelas hari ini pembacaan tuntutan. Yang dituntutkan ini lebih dari dua, bentuknya alternatif maupun subsediritas, tingkatan dari yang paling tinggi atau paling rendah dan juga alternatif.
Ada 114 ayat 2, 112 ayat 2 atau juga mengenai tindak pidana pencucian uang," bebernya.

Diketahui belasan terdakwa tersebut ditangkap oleh Satgas Merah Putih Mabes Polri pada awal Juni 2020 lalu di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Berdasarkan informasi yang diperoleh sebelumnya dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, para terdakwa terancam dituntut hukuman mati.

"Untuk ancamannya kalau sesuai undang undang narkotika ya UU nomor 35 tahun 2009 ya mereka ancamannya hukuman mati namun ada juga yang 20 tahun bahkan seumur hidup sesuai dengan UU seperti itu nanti lebih jelasnya sesuai dengan dakwaan nanti di persidangan akan kita sampaikan," kata Kajari Kabupaten Sukabumi, Bambang Yuniato saat wawancara Selasa (6/10/2020) lalu.

(sya/mud)