Setahun Corona, Bupati Majalengka: Vaksin Strategi Utama Hadang Corona

Bima Bagaskara - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 16:26 WIB
Bupati Majalengka Karna Sobahi
Foto: Bupati Majalengka (Bima Bagaskara/detikcom).
Majalengka - Setahun sudah virus Corona masuk ke Indonesia. Beragam upaya telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Namun segala upaya yang dilakukan dianggap belum mampu menekan penyebarannya.

Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan semua potensi yang ada telah dikerahkan untuk melawan pandemi COVID-19.

"Satu tahun memang kita berperang melawan COVID-19 dan dalam setahun ini kita tidak pernah lengah, semua potensi kita kerahkan, pikiran, doa dan dana sudah kita keluarkan," kata Karna saat diwawancarai detikcom di Pendopo Bupati Majalengka, Rabu (3/3/2021).

Karna mengatakan penerapan protokol kesehatan belumlah cukup untuk mencegah penyebaran virus Corona. Salah satu cara untuk melawan virus tersebut, kata dia, adalah dengan vaksinasi.

"Jadi upaya protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan, tidak berkerumun itu belum cukup ternyata. Saya prediksi COVID bisa dihadang dengan vaksinasi, itu strategi utamanya," ucap Karna.

Saat ini, kata Karna, vaksinasi di Kabupaten Majalengka sendiri sudah diberikan dalam dua periode. Untuk periode pertama vaksin COVID-19 itu diberikan kepada unsur Forkompinda dan juga tenaga kesehatan. Sementara di periode kedua ini, vaksin diberikan kepada ribuan pelayan publik.

Untuk menyukseskan program vaksinasi itu, Pemkab Majalengka juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 130 miliar. Anggaran itu diperuntukkan bagi tenaga vaksinator.

"Jadi menurut saya starategi utama bagaimana efektivitas vaksinasi ini. Sekarang Rp 130 miliar sudah dianggarkan untuk vaksinasi ini. Pasukan kita dikerahkan habis dari 32 Puskesmas dan 2 rumah sakit," ucapnya.

"Kita ingin memperkuat tenaga kesehatan agar mereka tidak lelah jadi kita beri honor mereka itu. Nah besarnya itu untuk honor itu," lanjut Karna.

Karna juga menegaskan akan memaksimalkan penanganan COVID-19. "Kita siap terus, saya tidak akan merasa kurang untuk menangani COVID ini karena kalau kita merasa kurang kita kalah," ujarnya. (mso/mso)