Ridwan Kamil Klaim PPKM Mikro Tekan Angka Penyebaran-Nihil Zona Merah

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 15:59 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Merdeka usai melantik lima kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2020.
Ridwan Kamil (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Jawa Barat berbuah manis. Saat ini, tidak ada zona merah di Jabar hingga meningkatkan perekonomian warga.

Hal itu diungkapkan Kang Emil usai rapat koordinasi di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).

"Pertama kalinya dalam setahun ini tidak ada kota kabupaten yang zona merah, alhamdulillah. Setelah berbulan-bulan naik turun dan empat minggu terakhir masih ada satu pindah-pindah, minggu ini tidak ada zona merah di Jawa Barat untuk level Kota Kabupaten," ujar Emil.

Emil mengatakan PPKM mikro ini juga mampu menurunkan jumlah kasus positif COVID-19 di Jawa Barat. Emil membeberkan data kasus di Jabar berdasarkan penghitungan realtime dan tidak mengikuti hitungan pusat.

Menurut dia, berdasarkan hitungan tersebut kasus COVID-19 di Jawa Barat menurun hingga 60 persen.

"PPKM mikro ini berhasil menurunkan kasus mingguan sebanyak 60 persen. Jadi kami berkesimpulan PPKM mikro ini alhamdulillah berhasil dan kami ingin mengupayakan PPKM mikro ini sebagai adaptasi baru karena mengelola kasus berbasis wilayah-wilayah kecil di mana di dua minggu sebelumnya, kasus mingguannya 28 ribuan, kemarin hanya 10 ribuan," tutur dia.

Dari sisi ekonomi, Emil mengatakan PPKM mikro juga dinilai berpengaruh. Berdasarkan pengamatan, kata dia, terjadi peningkatan daya jual dan beli.

"Alhamdulillah naik 33 persen. Jadi ekonomi jual beli barang jasa selama dua minggu ini, ini menaikan convident daya beli masyarakat naik 33 persen, kasus turun 60 persen, zona merah sudah tidak ada, tingkat kematian kecil 1,1 persen artinya 99 persen itu rata-rata sudah sembuh dan sedang tahap penyembuhan," kata dia.

Sedangkan untuk tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, Emil menyebut saat ini tingkat kepatuhan berada di atas 80 persen. Namun jumlah tersebut terbilang menurun dari minggu-minggu sebelumnya.

"Jadi kami berharap, kita menyemangati para petugas untuk terus aktif melaporkan dan mengedukasi supaya target Jawa Barat rata-rata kedisiplinan di 85 persen. Jadi masih di atas 80 tapi belum 85 persen," katanya.

(yum/mud)