Bocah Korban Penganiayaan Ibu Tiri di Sukabumi Alami Patah Tulang

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 15:52 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Foto: Ilustrasi (Fuad Hashim/detikcom).
Sukabumi -

Bocah perempuan berusia 6 tahun yang diduga korban penganiayaan ibu tiri mengalami luka cukup serius. Bocah tersebut bahkan mengalami patah tulang di bagian kaki.

Informasi yang diperoleh detikcom, korban saat ini mendapat penanganan medis di RSUD Palabuhanratu dan menjalani operasi di ruang bedah sentral.

"Korban dirawat di kami, lukanya patah tulang yang komplit tertutup di ujung paha, intinya kita sudah konsulkan ke dokter bedah ortopedi. Sambil melihat kondisi perbaikan dulu jadi pas datang ke sini anak itu dengan kondisi lemas," kata Dokter Wisnu Budi, Kasi Pelayanan RSUD Palabuhanratu kepada detikcom, Rabu (3/3/2021).

Wisnu menjelaskan pasien anak tersebut akan mendapatkan implan di bagian kakinya. Menurutnya kondisi korban saat ini mendapat penanganan medis di RSUD Palabuhanratu.

"Kemarin dapat laporan karena itu kekerasan pada anak kita (gunakan) anggaran dari Pemda Kabupaten Sukabumi, kita butuh misalnya implan atau dipasang platinum itu udah kita pesankan juga, seandainya dibutuhkan operasi sekarangpun sudah kita siapkan, pokoknya kita suport banget pasien anak itu, kasihan juga," lanjut Wisnu.

"Untuk luka yang lain mohon maaf itu ranahnya di IGD, yang jelas lukanya di ujung tulang paha, itu bahaya kalau tidak di operasi kalau kata dokter bedah ortopedi-nya. Pokonya anak itu akan menjadi prioritas kami," sambungnya.

Ditemui terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila mengaku masih mendalami kejadian tersebut. Sejumlah saksi sudah menjalani pemeriksaan polisi.

"Kemarin kita mendapatkan laporan. Terduga dugaan kasus penganiayaan terhadap anak tiri, benar memang ada kejadian tersebut. Namun sampai saat ini kami masih melakukan keterangan saksi saksi dan menunggu hasil pemeriksaan korban, karena kemarin korban belum bisa di mintai keterangan karena sedang menjalani pengobatan," jelas Rizka.

(sya/mso)