Lianda Lubis Lelang Lukisan untuk Selamatkan Burung Blekok di Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 13:39 WIB
Lelang lukisan untuk selamatkan burung blekok.
Foto: Lelang lukisan untuk selamatkan burung blekok (Istimewa/dok.Lianda Lubis).
Kabupaten Bandung -

Berbagai cara dilakukan untuk menyelamatkan kelestarian habitat burung blekok yang berada di Rancabayawak, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Kepala Balai Pengelolaan Tahura Ir Djuanda Lianda Lubis yang melelang lukisannya.

Berdasarkan penelitian Universitas Padjajaran pada tahun 2017, populasi burung blekok tersisa 2.445 ekor dari 2.700 ekor. Populasi tersebut dinilai akan terus mengalami penurunan.

Ia menuturkan, pada tahun 1984, populasi burung blekok di sekitar sawah Gedebage masih banyak. Dirinya melihat, penurunan jumlah populasi burung blekok dikarenakan hilangnya sebagian sawah yang berganti menjadi pemukiman.

"Saya sejak 1984 di Bandung, masih mudah melihat burung blekok. Beberapa tahun ke belakang lewat tol juga masih terlihat," kata Lianda saat dihubungi detikcom, Rabu (3/3/2021).

"Kalau saya lihat, karena desakan pembangunan. Kondisi lingkungan juga mulai mengecil," lanjutnya.

Oleh karena itu, dirinya mencoba melelang sebuah lukisan yang menggambarkan burung blekok. Lukisan tersebut dibuat oleh tangannya sendiri.

"Ini drawing untuk menyelamatkan habitat burung merandai di Kampung Blekok," kata Lianda.

Lianda mengatakan, lelang tersebut akan dibuka dengan harga Rp 15 juta. Uang tersebut akan dipakai untuk konservasi habitat burung yang sering kali bersinggah dan mencari makan di sawah milik warga itu.

Ia mengajak kepada setiap elemen masyarakat untuk mulai berperan aktif menjaga habitat dan populasi burung blekok.

"Barangkali dengan lelang ini bisa membantu sedikit bantuan dana untuk mereka melakukan tindakan nyata," kata Lianda.

"Saya juga berencana untuk membuat yayasan, atau komunitas untuk menyelamatkan burung merandai yang sudah terhimpit sama pembangunan," lanjutnya.

Selain itu, diperlukan intervensi pemerintah untuk menyelamatkan habitat burung blekok. Karena lahan di sana merupakan milik masyarakat, pemerintah harus mendorong agar tanah tersebut tidak dijual.

"Seharusnya tanah itu jangan sampai dijual. Kalau mereka butuh uang harus ada subsidi, jadi jangan sampai dijual. Kebanyakan di sana kan padi untuk konsumsi pribadi. Harus ada peraturan juga di mana dilarang menjual sawah di daerah tertentu," ujarnya.

Simak juga 'Pantai Morosari Habitat Alami Si Burung Blekok dan Si Burung Kuntul':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)