Jabar Hari Ini: Bentrok Geng Motor Satu Orang Tewas-Bima Arya Batal Divaksinasi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 19:37 WIB
ilustrasi tawuran
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo

Masih Miliki Imun Tinggi, Bima Arya Batal Divaksinisasi COVID-19

Masih miliki imun tinggi pasca terpapar COVID-19, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kembali batal mengikut suntik vaksin COVID-19 tahap dua.

"Saya cek darah secara keseluruhan, di situ kemudian didapat bahwa salah satu yang dicek adalah tingkat imunitas atau antibodi saya, dan dicek secara kuantitatif antibody saya ini menunjukkan angkanya 197, 9. Ini titter, angkanya 197,9," kata Bima saat meninjau vaksinasi tahap 2 Kota Bogor di gedung Puri Begawan, Kota Bogor.

Dirinya sempat berdiskusi dengan dokter spesialis dan Menkes terkait hal tersebut.

"Kemudian saya mendiskusikan angka ini kepada dokter spesialis dan saya juga sudah komunikasi langsung kepada Pak Menteri Kesehatan Bapak Budi Gunadi dan semuanya menyarankan kepada saya, karena titter ini masih tinggi jadi belum diperlukan vaksin," tambahnya.

Ia mengungkapkan, akan kembali memeriksa imunitas tubuhnya tiga bulan ke depan untuk menentukan kembali apakah sudah memerlukan vaksin atau belum.

Bima menjelaskan, jatah dosis vaksin untuknya diharap bisa dialokasikan kepada masyarakat Kota Bogor yang lebih membutuhkan.

"Jadi saya sudah minta ke Dinkes, jatah saya akan saya serahkan kepada yang membutuhkan, saya kira pelaku ekonomi yang tidak mampu tolong diprioritaskan, jadi saya kira akan berguna bagi mereka. Belum tau siapa, nanti Dinkes yang mencari," jelas Bima.

Politikus PAN ini menyarankan penyintas yang sudah mengetahui angka imunitasnya yang masih tinggi, untuk menunda vaksinasi. Karena jatahnya bisa diberikan untuk orang yang lebih membutuhkan.

"Sebenarnya gini, setiap orang beda-beda dan ini ilmu baru, seminggu terakhir ini saya pelajari terus. Setiap penyintas beda-beda, ada yang tiga bulan hilang. Ada yang dua bulan hilang, ada yang bertahan enam bulan, ada yang bertahan delapan bulan," kata Bima menambahkan.

Bima menegaskan setiappenyintas tetap boleh divaksinasi. Namun, bagi yangimunitasnya tetap tinggipascaterpaparCOVID-19 disarankan menunda vaksinasi dan memberikanjatahnya kepada yang lebih membutuhkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4