Ribuan Petugas Pelayan Publik di Majalengka Mulai Divaksinasi COVID-19

Bima Bagaskara - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 11:05 WIB
Vaksinasi COVID-19 di Majalengka
Foto: Vaksinasi COVID-19 di Majalengka (Bima Bagaskara/detikcom).
Majalengka - Ribuan orang yang bertugas pada instansi pelayan publik di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mulai disuntik vaksin COVID-19 periode kedua pada Senin (1/3/2021).

Pantauan detikcom penyuntikan vaksin dipusatkan di Kantor Setda Majalengka yang dihadiri ratusan pegawai aparatur sipil negara (ASN). Terlihat kepala dinas dari seluruh SKPD di Kabupaten Majalengka hadir dalam vaksinasi periode kedua ini.

Bupati Majalengka Karna Sobahi yang memantau langsung proses vaksinasi bagi pelayan publik mengatakan penyuntikan vaksin tahap kedua ini menyasar 5.644 orang dari 45 instansi.

"Hari ini kita mulai vaksinasi periode kedua menyasar pelayan publik dengan jumlah sasarannya 5.644 orang ada dari ASN, TNI Polri, pegawai bank, pegawai POS, totalnya ada 45 instansi," kata Karna kepada wartawan.

Selain di Kantor Setda Majalengka, vaksinasi juga dilakukan di delapan titik lainnya seperti kantor Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata dan Budaya serta Dinas Pemuda Olahraga.

Karna juga menyampaikan vaksin COVID-19 yang diberikan kepada pejabat publik, tenaga kesehatan serta pelayan publik di Majalengka diharapkan bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat yang rencananya akan menerima vaksin pada periode ketiga.

"Sehingga vaksinasi ini memberikan kepercayaan bagi masyarakat bahwa vaksin ini aman bagi siapapun, bahkan saya sendiri yang berusia 67 tahun sudah di vaksin, artinya aman dan halal," ungkap Karna.

"Masyarakat rencananya periode ketiga, targetnya 900 ribu lebih masyarakat yang akan menerima vaksin nanti," lanjutnya.

Dengan makin banyaknya orang di Kabupaten Majalengka yang menerima vaksin COVID-19, Karna berharap angka konfirmasi positif dan tingkat penularan virus Corona bisa menurun.

"Harapan kita angka konfirmasi semakin menurun, tingkat kesehatan meningkat dan kekebalan tubuh masyarakat semakin kuat. Sehingga kemungkinan untuk tertular sangat minim. Namun meski sudah di vaksin prokes wajib dilakukan," pungkasnya.

Simak video 'Awak Media Cerita Pengalaman Usai Divaksinasi':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)