Jabar Sepekan: Mayat Siswi SMA Terbungkus Plastik-Geger 'Desa Miliarder'

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Feb 2021 20:19 WIB
Bungkusan plastik berisi mayat wanita ditemukan di pinggir Jalan Raya Cilebut, Bogor. Mayat ini pertama kali ditemukan oleh pegawai toko bangunan bernama Dedi.
Mayat siswi SMA Bogor yang ditemukan dalam plastik. (Foto: M Sholihin/detikcom)
Bandung - Ragam peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat dalam sepekan terakhir. Dimulai dari warga Kuningan yang mendadak menjadi jutawan karena proyek ganti untung hingga kematian siswi SMA terbungkus plastik di Bogor.

Pernak-pernik berita di Jabar juga tak kalah menarik untuk diikuti, salah satunya 'S3 marketing' ala pemilik bengkel di Kota Bandung. Apa saja yang terjadi di Jabar selama sepekan? Berikut ulasannya :

Warga 'Desa Miliarder' Kuningan Borong Mobil-Motor

Warga Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, kaya mendadak setelah menerima uang ganti untung pembangunan Bendungan Kuningan. Uang ratusan juta hingga miliaran rupiah pun diterima warga berkat kompensasi proyek strategis nasional itu.

Usai menerima uang ganti untung itu, ratusan warga di sana memborong kendaraan berupa sepeda motor dan mobil. Kejadian itu membuat Desa Kawungsari viral dan disebut sebagai 'Desa Miliarder', mirip dengan yang terjadi di Tuban, Jawa Timur.

Sejak menerima uang ganti untung mulai dari Rp 150 juta hingga 1,6 miliar, ratusan kendaraan baru telah dipesan dan diantar ke masing-masing rumah warga. Tercatat ada 300 sepeda motor dan 30 mobil yang dibeli warga secara tunai dari hasil uang ganti untung proyek bendungan..

"Disini (Kawungsari) warga dapat uang ganti untung, mereka langsung pada beli motor dan mobil. Ada sekitar 300 motor baru dan 30 mobil yang dibeli warga," kata Kusto Kepala Desa Kawungsari, Senin (22/2).

Pembangunan Bendungan Kuningan yang mampu menampung 25,9 juta meter kubik air ini juga membuat 362 kepala keluarga di Kawungsari harus direlokasi. Warga harus merelakan rumah dan lahannya ditenggelamkan.

Nantinya warga Kawungsari akan dipindahkan ke tempat relokasi yang berada di Desa Sukarapih, Kecamatan Cibereum. Disana pemerintah sedang membangun 444 unit rumah.

Rumah-rumah itu akan ditempati warga yang terdampak proyek bendungan dengan status hak guna pakai selama lima tahun ke depan.

"Warga di Kawungsari ya bedol desa karena semuanya terdampak pembangunan Bendungan Kuningan. Jadi nanti semua warga disini pindah ke Sukarapih, disana sedang dibangun 444 rumah, baru 25 rumah yang siap huni, sisanya masih tahap pembangunan," ujar Kusto.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5