Jabar Hari Ini: Mayat dalam Plastik Siswi SMA-Pencuri Ditembak Mati Polisi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 20:53 WIB
Bungkusan plastik berisi mayat wanita ditemukan di pinggir Jalan Raya Cilebut, Bogor. Mayat ini pertama kali ditemukan oleh pegawai toko bangunan bernama Dedi.
Mayat dalam plastik di Bogor siswi SMP (Foto: M Sholihin)
Bandung -

Sejumlah berita di Jabar menyita perhatian publik hari ini. Mulai dari mayat siswi SMA terbungkus plastik hingga 5 kepala daerah akan dilantik

Mayat Siswi SMA dalam Plastik

Identitas mayat wanita terbungkus plastik di Jalan Raya Cilebut, Kota Bogor akhirnya terungkap. Korban bernama Diska Putri (18), siswi kelas III SMA asal Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Hal ini diungkap oleh pihak keluarga korban yang ditemui detikcom di ruang forensik RSUD Ciawi, Kamis (25/2/2021).

"Iya namanya itu, Diska Putri. Bapaknya namanya Sukardi, kita tinggal di Cibungbulang," kata Dian Firmansyah, perwakilan keluarga korban yang ditemui di RSUD Ciawi.

Diska merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang merupakan anak dari Sukardi. Diska disebut masih berstatus sebagai pelajar kelas III SMA Negeri Cibungbulang.

Korban diketahui meninggalkan rumah sejak Rabu (24/2/2021) pagi dan berpamitan ke keluarganya untuk ke warnet untuk keperluan tugas sekolah. Namun, Diska tidak kembali sampai malam hari hingga akhirnya ditemukan tewas mengenaskan.

"Menurut informasi pihak keluarga, korban pergi meninggalkan rumah sejak Rabu (24/2/2021) pagi. Pamit untuk suatu keperluan, keluarga juga sudah menunggu semalaman. Karena kebetulan memang Putri ini diketahui jarang bepergian keluar rumah, apalagi sampai berjam-jam," kata Dian.

"Tentunya keluarga kaget ya, karena memang ngga biasa pergi dalam waktu lama. Sampai akhirnya korban tadi ditemukan di sekitar cilebut," tambah Dian.

Dian menyebut, Diska Putri merupakan anak dari salah satu anggota LSM yang berkecimpung dalam kegiatan sosial. Sukardi disebut aktif dalam organisasi yang fokus dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Kebetulan ayah korban ini memang anggota saya di IPSM. Ayahnya ini memang aktif di kegiatan sosial ya" kata Dian.

Besok, 5 Kepala Daerah di Jabar Dilantik

Lima pasangan kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada 2020 akan dilantik di Gedung Merdeka, Kota Bandung pada Jumat (25/2/2021). Lima pasangan tersebut berasal dari Kabupaten Karawang, Sukabumi, Pangandaran, Indramayu dan Kota Depok.

"Rencananya ada lima kepala daerah (yang akan dilantik) di Gedung Merdeka," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat (Diskominfo Jabar) Setiaji saat dikonfirmasi detikcom, (25/2/2021).

Seperti diketahui, Pilkada Pangandaran dimenangkan pasangan Jeje Wiradinata - Ujang Endin Indrawan. Paslon petahana ini unggul dengan meraih 51,87%.

Di Kabupaten Indramayu, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nina Agustina - Lucky Hakim menang dengan memeroleh 36,76%. Pasangan ini mengungguli pasangan Daniel Mutaqien - Taufik (28,48%), Muhamad Sholihin - Ratnawati (26,15%) dan Toto Sucartono - Deis Handika (8,61%).

Untuk Kabupaten Sukabumi, pasangan Marwan Hamami - Iyos Sumantri unggul 479.621 suara. Disusul pasangan nomor urut satu Adjo Sardjono - Iman Adinugraha dan Abubakar Sidik - Sirojudin.

Selanjutnya, pasangan Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh menang dengan memeroleh 678.871 suara (60,05%). Perolehan ini diikuti paslon Ahmad Zamaksyari-Yusni Rinzani dengan 322.046 suara (28,487%) dan Yesi Karya Lianti-Ahmad Adly Fairuz memperoleh 129.547 suara (11,45%).

Di Kota Depok dimenangkan oleh pasangan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono yang meraih 415.657 suara (55,45%). Idris-Imam berhasil mengalahkan Pradi-Afifah yang meraih 332.689 suara (44,45%).

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang Asep Aang Rahmatullah mengatakan undangan yang diizinkan masuk ke lokasi pelantikan hanya empat orang, sudah termasuk Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih yang akan dilantik.

Sementara itu, bagi masyarakat dapat menyaksikan prosesi pelantikan melalui channel Youtube Humas Provinsi Jabar dan channel Youtube Diskominfo Kab Karawang. Sedangkan Forkopimda dan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Karawang akan menyaksikan proses pelantikan secara virtual di Gedung Command Center dan Aula Lantai III Gedung Singaperbangsa Kabupaten Karawang. Sedangkan Anggota DPRD Karawang akan mengikuti pelantikan di Gedung Sidang DPRD Karawang, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

"Mohon doa dari semua masyarakat Karawang, agar proses pelantikan yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Barat berjalan lancar," ujarnya.

Polisi Tembak Mati Curanmor

Polisi menembak mati seorang pencuri kendaraan bermotor (curanmor) di Bandung. Pelaku ditembak usai mencuri dan melawan petugas saat ditangkap.

Sebelum tewas diterjang peluru petugas Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung pada Rabu (24/2) malam, pelaku bernama Adinsinal (37) itu melakukan pencurian di kawasan Karees Kulon, Kota Bandung. Pelaku dan rekannya M Hakiki (24) menggasak sepeda motor dari sebuah indekos.

Tim Reserse Mobile yang mendapatkan informasi lalu melakukan penyelidikan. Tim kemudian menemukan motor mencurigakan tersebut melintas di Jalan Cipamokolan, Bandung.

"Kemudian dibuntuti sampai ke Cinunuk dan melihat lubang kuncinya ternyata rusak," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (25/2/2021).

Atas dasar itu, petugas mendekat dan meminta pelaku untuk berhenti sambil mengeluarkan identitas kalung polisi. Namun, permintaan petugas itu tak digubris pelaku. Pelaku justru turun dari sepeda motor dan berusaha merebut senjata petugas.

"Sehingga dilakukan tindakan tegas karena berusaha melawan dan pelaku ditembak hingga meninggal," kata dia.

Di saat yang bersamaan, rekan dari pelaku kabur. Tim melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku lainnya.

"Tersangka ini (yang meninggal dunia) merupakan residivis dan juga TO dari Polda Jabar, Polsek dan Polrestabes Bandung," kata dia.

Menurut Ulung, setiap menjalankan akai, kedua pelaku kerap membekali dengan senjata api diduga rakitan. Polisi tengah mendalami senjata api yang dimiliki oleh pelaku.

"Mereka ini memang spesialis curanmor. Kalau ketahuan, mereka tidak segan melakukan dengan senjata api," tuturnya.

4 Kepala Kejari di Jabar Diganti

Sebanyak empat orang Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) di Jawa Barat diganti. Kepala yang baru dituntut menyelesaikan perkara secara profesional.

Total ada empat Kejari di Jabar yang diganti di antaranya Kepala Kejari Kota Sukabumi, Kepala Kejari Cianjur, Kepala Kejari Kabupaten Cirebon dan Kepala Kejari Sumedang. Pejabat yang baru itu dilantik Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Ade Adhyaksa secara langsung dan virtual pada Kamis (25/2/2021).

"Kepada para pejabat yang baru dilantik, agar mampu mengawasi dan mengendalikan penanganan dan
penyelesaian serta penuntasan semua masalah dan perkara di daerah masing-masing dengan
sungguh-sungguh, selalu memegang teguh nilai-nilai kejujuran, kebaikan dan realitas kebenaran,
mengedepankan sifat dan sikap yang mencerminkan integritas, kapasitas dan profesionalitas segenap jajarannya," ujar Ade dalam keterangan resmi yang diterima detikcom.

Ade juga mengingatkan agar para para pejabat yang baru dilantik ini lebih meningkatkan fungsi pengawasan. Terutama pengawasan terhadap para jaksa agar tidak terjadi penyimpangan.

"Pelaksanaan fungsi pengawasan dan pengawasan melekat menjadi sangat penting dan lebih ditingkatkan, guna mencegah terjadinya peluang pelanggaran dan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan, untuk memastikan bahwa komitmen diberlakukannya Zona Integritas (ZI) dan pernyataan sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) pada setiap satuan kerja benar-benar terselenggara dengan baik," tuturnya.

Selain empat Kepala Kejari yang dilantik, ada juga pergantian di lingkungan pejabat Kejati. Adapun nama-nama yang baru dilantik di antaranya :

1.Taufan Zakaria dilantik menjadi Kepala Kejaksan Negeri Kota Sukabumi di Sukabumi yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Perdata dan tata Usaha Negara pada Kejaksaan Tinggi Lampung di Lampung menggantikan Mustaming yang saat ini dipromosikan menjadi Inspektur Muda Intelijen dan Tindak Pidana Khusus pada Inspektorat pada Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta;

2. Ricky Tommy Hasiholan dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur di Cianjur sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bulungan di Tanjung Selor menggantikan Komaidi yang mendapat promosi menjadi Asisten Bidang Intelijen pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah di Palangka Raya;

3. Hutamrin dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon di Sumber yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksan Negeri Lampung Selatan di Kalianda menggantikan Setyawan Nur Chaliq yang mendapat promosi menjadi Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara di Kendari;

4. Nurmayani dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang di Sumedang yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Bandung menggantikan Endang Sudarma.

5. Gusti Hamdani dilantik menjadi Kepala Bagian Tata Usaha pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Bandung menggantikan Nurmayani yang dipromosikan sebagai
Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang di Sumedang;

6. Lila Nasution dilantik menjadi Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Satuan Tugas pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung R.I di Jakarta menggantikan Yuliarni Appy yang dipromosikan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hilir di Bagan
Siapiapi

7. R.A. Dhini Ardhani dilantik menjadi Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Orang dan Harta Benda pada Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Surabaya menggantikan Andi Adikawira Putera yang mendapat promosi menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Samosir di Pangururan.

Mantul, Cirebon Akan Sulap Lahan 15 ha Jadi Tempat Wisata

Pemkot Cirebon bersama investor rencananya menyulap lahan sekitar 15 hektare di kawasan Pesisir Kesenden menjadi destinasi wisata rekreasi.

Pemkot tengah menyusun format hubungan kerja sama dengan investor. Lahan seluas sekitar 15 hektare itu milik Pemkot Cirebon.

Dirut PD Pembangunan Kota Cirebon Panji Amiarsa mengatakan saat ini progres pengembangan wisata rekreasi di Pesisir Kesenden itu masih dalam tahap pemetaan area lahan. Pemkot telah menggelar rapat bersama Komisi II DPRD dan investor terkait langkah-langkah ke depannya.

"Kita berkeinginan DPRD bisa membantu mendorong MoU dengan investor ini bisa ditingkatkan menjadi hubungan kerja sama. Hasil validasi luasan lahan yang bakal jadi spot wisata itu sekitar 10 sampai 15 hektare," kata Panji kepada awak media di DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (24/2/2021).

Panji mengatakan pihaknya dan investor akan merumuskan langkah-langkah yang akan dilakukan. Sebelumnya, investor sempat meminta penundaan pengerjaan selama setahun lantaran pandemi COVID-19.

Kawasan Pesisir Kesenden CirebonKawasan Pesisir Kesenden Cirebon Foto: (Sudirman Wamad/detikcom)
Baca juga: Akhirnya GeNose Jadi Alternatif Syarat Naik Pesawat Mulai 1 April
"Mudah-mudahan peningkatan dari MoU menjadi hubungan kerja sama ini bisa lancar. Kita coba gairahkan kembali," kata Panji.

Panji menjelaskan kerja sama dengan investor untuk mengembangkan potensi wisata berlandaskan Peraturan Menteri Agraria Nomor 9/1999 tentang tata cara pemberian dan pembatalan hak atas tanah negara dan hak pengelolaan.

"Selain mengacu pada peraturan menteri, kita juga mengacu pada perda yang kami anut di lingkungan PD Pembangunan. Hak pengelolaan itu durasinya bisa sampai 30 tahun," kata Panji.

Panji mengaku belum bisa memastikan nilai investasi terkait pengembangan wisata tersebut. Sebab, dikatakan Panji, saat ini masih dalam proses feasibility study atau studi kelayakan bisnis.

"Jadi satu sampai dua bulan ini kita rumuskan dulu peran, hak dan kewajiban serta kesanggupan mitra kerja kita. Setelah diestimasi melalui feasibility study, nanti dilanjutkan siap atau tidak. Kalau tidak siap, kita cari investor lain," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon Watid Sahriar mengatakan MoU antara PD Pembangunan dan investor sejatinya sudah terlaksana sejak 2018. Namun, lanjut Watid, MoU itu tak berjalan mulus hingga tahun ini.

"Memang ada masalah. Kami mengusulkan agar komunikasi keduanya lebih intens lagi. Kekurangan-kekurangan ini perlu diperbaiki. Apa yang menjadi kedua belah pihak untuk membangun Kota Cirebon agar bisa segera terwujud," kata Watid.

Watid menyarankan PD Pembangunan dan investor saling terbuka.
"Harusnya ada kantor bersama. Keduanya sudah ingin saling memperbaiki hubungan," ujar dia.

Simak video 'Kaki Mayat Wanita Terbungkus Plastik di Bogor Terikat Tali':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)