Alumni Jawa Barat Peduli Pancasila Siap Beri Bantuan Hukum untuk GAR ITB

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 20:20 WIB
Alumni Jawa Barat Peduli Pancasila Beri Dukungan Hukum untuk GAR ITB
Foto: Dokumentasi Komunitas AJPP
Bandung - Komunitas alumni perguruan tinggi di Jawa Barat yang bernama Alumni Jawa Barat Peduli Pancasila (AJPP) mendukung Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni ITB. Mereka siap memberikan bantuan hukum apabila suatu saat dibutuhkan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara AJPP Budi Hermansyah dalam konferensi pers di depan gedung Majelis Wali Amanat, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Rabu (24/2/2021). Dia mengatakan, pihaknya mendukung sikap GAR ITB saat melaporkan Din Syamsuddin ke KASN dengan dugaan pelanggaran disiplin kode etik dan kode perilaku ASN.

"Oleh sebab itu, demi meluruskan, dan mengembalikan ke substansi pengaduan GAR ITB kepada KASN, maka dengan ini kami menyatakan sikap pernyataan dukungan dari kuasa hukum untuk melakukan pendampingan GAR ITB jika diperlukan, dari advokat Saiful Huda Ems," ujar Budi.

Selain pendampingan hukum, mereka juga mendesak agar KASN untuk menyelesaikan laporan pengaduan GAR ITB tentang dugaan pelanggaran etika ASN yang dilakukan Din Syamsudin. "Jika KASN tidak bersikap tegas terhadap pengaduan GAR ITB tersebut, maka kami dari AJPP akan melaporkan ini ke lembaga Ombudsman RI," tegasnya.

AJPP berpandangan, laporan dari GAR ITB selama ini mengalami pemelintiran yang awalnya bentuk pengaduan atas etika dan aturan disiplin ASN menjadi pengaduan dugaan tindakan radikalisme.

"Dan yang parahnya, framing sesat tersebut telah dipahami dan dipersepsi mentah-mentah olah banyak tokoh nasional kita, tanpa terlebih dahulu melakukan cek dan ricek," sambung Budi.

Sementara itu, Kuasa Hukum GAR ITB Saiful Huda menegaskan, laporan yang dibuat GAR merupakan pengaduan pelanggaran kode etik ASN yang dilakukan Din.

"Jadi ASN seharusnya tidak boleh berpolitik praktis karena itu menyalahi dari kode etik ASN juga UU ASN. Jadi kalo Din Syamsudin sebagai ASN dan melakukan politik praktis maka itu adalah pelanggaran yang sangat besar," kata Saiful.

Saiful berkomitmen akan membela GAR jika pihak Din Syamsuddin melakukan pelaporan pidana ke polisi. "Langkah hukum yang diambil saya dengar pihak Din mau melaporkan balik kita. Lucunya kita ini tidak melakukan laporan tapi sebuah pengaduan kepada KASN. Kalau laporan itu pidana di polisi, kita tidak melakukan laporan," ujarnya.

"Saya dari awal bilang kalau sampai kelompok din melakukan laporan kepada polisi maka saya bela. Dan kebetulan saya ditunjuk teman-teman GAR untuk menjadi kuasa hukum. Dan selama ini dilihat, seolah-olah menuduh Din tokoh radikal yang itu sempat membuat kesalahpahaman," pungkasnya.

Sebelumnya karangan bunga sebagai bentuk dukungan dari berbagai komunitas kepada GAR ITB juga dikirimkan ke sekretariat MWA ITB, Jalan Dipatiukur.

Sementara itu Majelis Hukum dan HAM (MHH) PP Muhammadiyah memberi pendampingan hukum kepada Din Syamsuddin. "Di samping memberikan pandangan hukum tim advokat menawarkan bantuan advokasi kepada Prof Din. Atas pandangan hukum dan tawaran advokasi tersebut Prof Din berkenan menerima bantuan advokasi dengan menandatangani surat kuasa," ujar Koordinator Tim Advokasi MHH Gufroni.

Melalui surat kuasa tersebut Tim Advokat Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah akan segera mengambil langkah hukum baik kepada GAR ITB maupun KSAN serta pihak-pihak lain yang terkait.

Saksikan juga 'Anggap Din Syamsuddin Tokoh Kritis, Pemerintah Tak Akan Proses Hukum':

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)