Vaksinasi Dosis Kedua di Majalengka, Baru 35 Persen Nakes yang Disuntik

Bima Bagaskara - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 15:10 WIB
A dose of the Phase 3 Novavax coronavirus vaccine is seen ready for use in the trial at St. Georges University hospital in London Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
Ilustrasi vaksin (Foto: AP/Alastair Grant)
Majalengka -

Vaksinasi periode pertama di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat telah selesai dilakukan. Namun tercatat masih banyak tenaga kesehatan (nakes) tidak menerima vaksinasi pada penyuntikan dosis kedua.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka mencatat ada 4.293 nakes yang menjadi sasaran vaksinasi di periode pertama. Dari jumlah itu, hanya 83 persen nakes yang menerima vaksin dosis pertama.

"Sasaran nakes ada 4.293, semuanya hadir di vaksinasi dosis pertama tapi hanya 83 persen atau 3.576 nakes yang menerima vaksin. 707 lainnya ditunda karena berbagai hal," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka Gandana Purwana dalam keterangan yang diterima detikcom Rabu (24/2/2021).

Sementara untuk vaksinasi dosis kedua, hanya 1.505 orang atau 35 persen dari total nakes di Kabupaten Majalengka yang memenuhi undangan.

"Vaksinasi dosis kedua cuma 1.505 nakes yang datang atau 35 persen dari total sasaran, yang menerima vaksin hanya 1.454 nakes, 51 nakes ditunda," ungkapnya.

Menurunnya nakes yang memenuhi undangan pada penyuntikan vaksin dosis kedua kata Gandana disebabkan oleh berbagai hal seperti sedang mengalami sakit dan hamil.

"Penyebabnya sedang sakit, ada penyakit penyerta, sudah pernah terinfeksi, PKM-nya lockdown ada juga beberapa yang mangkir," lanjut Gandana.

Namun Ia memastikan nakes yang belum sempat menerima vaksinasi baik dosis pertama maupun kedua akan segera menerima jika kondisinya sudah memungkinkan.

"Divaksin lagi kalau sudah tidak ada halangannya," pungkas Gandana.

(mud/mud)