Asal Usul Mengapa Bengkel Ini Jadi 'Termahal di Bandung'

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 14:49 WIB
Pemotor di Bandung dibikin penasaran dengan bengkel termahal di Kota Bandung. Meski di spanduk tertulis bengkel termahal, bengkel itu justru ramai pelanggan.
Foto: Ini bengkel 'termahal di Bandung' yang bikin pengendara penasaran (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Bengkel 'termahal di Kota Bandung' Alfa Oil mencuri perhatian pengendara yang melintas di Jalan Soekarno-Hatta No. 363, Kota Bandung. Lokasi bengkel ini, tak begitu jauh dari Terminal Leuwipanjang, tepatnya di perempatan Inhoftank Pelindung Hewan-Mekarwangi.

Riris (45) pemilik bengkel tak menyangka jika spanduk bertuliskan 'Bengkel Termahal di Kota Bandung' yang dipasangnya akhir pekan lalu menjadi viral. Padahal, awalnya spanduk tersebut dibuat sebagai ungkapan satir kepada oknum pengguna media sosial yang mencemarkan nama baik bengkelnya.

Ia menceritakan kejadian itu berawal saat ada seseorang yang datang membawa motornya ke bengkel Riris untuk diperbaiki, sekitar jam 01.00 dini hari. Karena kondisi sepeda motor jenis bebek itu rusak berat, sehingga montir menyarankan agar motor tersebut diperbaiki secara turun mesin.

"Terus dibongkarlah sama pegawai saya jam 1 malam, nah dia bilang gini saya, 'berapa sih' dia tanya, saya kasih estimasi harganya. Udah begitu ya udah oke, kasih DP dulu bang, berapalah terserah. dikasihlah uang Rp 300 ribu kan. nah oke, kan udah deal. Pulang lagi yang bawa motor ini, motor Vega," ucap Riris saat ditemui di bengkelnya, Rabu (24/2/2021).

Namun, saat tengah dikerjakan, pemilik motor datang ke bengkel pada pagi harinya. Selain membatalkan jasa reparasi, pemilik motor pun mengeluhkan jika estimasi biaya reparasi di bengkel milik Riris terlampau mahal.

Tak banyak cakap, akhirnya Riris meminta agar pegawainya kembali memasang kembali mesin ke tempatnya semula dan mengembalikan uang DP yang telah diterima sebelumnya.

"Udah pulang mungkin dia punya teman saya juga enggak ngerti, bilangnya begini 'naha ieu mahal-mahal teuing' (kenapa mahal sekali). Temannya kemudian buat postingan di Facebook, kemudian diviralkan kalau bengkel ini mahal, terus ada yang maki-maki lewat sms ke saya, karena di postingan itu ada nomor telepon saya," ujarnya.

Tak hanya itu, makian secara virtual pun didapatkan Riris karena postingan tersebut mencantumkan nomor teleponnya. "Kenapa banyak yang SMS, padahal motornya juga enggak ada. Sudah dibawa pulang, uangnya juga sudah dikembalikan, kok dia yang repot, makanya setelah itu kalau disebut termahal ya udah sekalian aja bikin spanduknya," kata Riris.

Setelah spanduk berisikan promo nyeleneh itu dipasang, alih-alih bengkelnya menjadi sepi. Riris mengatakan, justru jadi lebih banyak warga yang datang ke bengkelnya.

"Jadi ramai, kalau di sini memang suka ramai. Nambah ramai (setelah dipasang spanduk), orang kan penasaran yang biasa ke sini, biasa-biasa aja. Tapi karena ini lampu merah perempatan, orang berhenti di sini kan, tapi jadi banyak yang ke sini. Baguslah ini dibikin kaya gini," kata Riris.

Riris dan suaminya telah merintis usaha bengkel sejak 20 tahun yang lalu. Awalnya, usahanya berlokasi di Cibaduyut, namun delapan tahun yang lalu, mereka mulai melebarkan bisnisnya ke Jalan Soekarno-Hatta. "Pegawainya ada 11 orang, bukanya 24 jam," kata Riris.

Lihat juga Video: Viral Tambal Ban Rp 600 Ribu, Ini Penjelasan Bengkel dan Konsumen

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mso)