Tempat Usaha Langgar Jam Operasional Bisa Ditutup 2 Pekan

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 17:27 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian mengatakan sektor usaha yang melanggar jam operasional akan disanksi penyegelan selama 14 hari.

"Saya belum lihat Perwal, tidak jauh (aturan dengan Perwal sebelumnya), terkait penutupan sementara 14 hari. Kalau dia kena denda, tidak boleh beroperasi 14 hari," kata Rasdian via sambungan telepon, Selasa (23/2/2021).

Rasdian menyebutkan, sebelumnya belum ada patokan waktu untuk penutupan sementara ini dan sekarang ditentukan selama dua pekan.

"Kalau kemarinkan tidak ada batas waktunya, sesuai kepantasan dan kelayakan penyidiknya. Sekarang sudah ditekankan di situ, ya disamping dengan denda administrasi sampai penutupan sementara selama 14 hari," ungkapnya.

Jika aturan itu sudah ditetapkan dan masih dilanggar, maka akan ada pembekuan izin tempat usaha. "Kalau masih dilanggar lagi, nanti akan dibekukan izin operasionalnya itu," tegasnya.

Menurutnya, untuk denda akan tetap Rp 500 ribu, hal itu berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Bagian Hukum Pemkot Bandung.

"Denda tetap, kita tidak bisa menambahkan jumlahnya, usulan kita Rp 5 juta, berulang lagi nanti dua kali lipat, memang kita harus mengacu dengan regulasi di atasnya karena sanksi itu maksimal Rp 500 ribu. Kita buat kajian, analisa, menelaah dari bagian hukum dan minta pendapat dari pakar hukum, jadi kalau sanksi administrasi tidak bisa dinaikkan selain penutupan sementara," jelasnya.

Saat disinggung mengapa 14 hari, Rasdian merujuk pada aturan evakuasi perkembangan COVID-19 di Kota Bandung yang biasa dilakukan selama 14 hari.

"Kenapa 14 hari, kan masa pemberlakuan PSBB Proporsional 14 hari dan dievaluasi setiap 14 hari," pungkasnya.

Tonton juga Video: 11 Tempat Usaha Langgar Ketentuan Jam Malam di Kota Bogor

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)