Jabar Hari Ini: Heboh 'Desa Miliarder' di Kuningan-Peluang RK dan Sandi Maju Pilpres

Tim detikcom - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 20:40 WIB
Rupanya, desa miliarder ada juga di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Warga Desa Kawungsari yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan ini memborong ratusan sepeda motor setelah mendapat uang ganti untung.
Foto: Warga 'desa miliarder' di Kuningan beli motor dan mobil (Bima Bagaskara/detikcom).
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jabar hari ini, Senin (22/2/2021). Mulai dari warga 'desa miliarder' di Kuningan ramai beli motor dan mobil hingga Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil disandingkan maju dalam Pilpres 2024.

Berikut rangkuman beritanya:

Mirip di Tuban, Warga 'Desa Miliarder' Kuningan Beli 300 Motor-30 Mobil

Tak hanya di Tuban, desa miliarder juga ada di Kuningan, Jawa Barat tepatnya di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibereum. Desa ini menjadi viral usai warganya memborong ratusan mobil baru.

Motor dan mobil ini dibeli warga setelah mendapat uang hasil menjual tanah kepada PT Pertamina dengan nilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Banyaknya warga yang membeli mobil baru serta mendapat uang itu, Sumurgeneng dianggap menjadi 'desa miliarder'. Warga Desa Kawungsari yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan ini memborong ratusan sepeda motor setelah mendapat uang ganti untung.

Motor dan mobil baru itu dibeli warga menggunakan uang hasil ganti untung tanah maupun rumah yang terdampak pembangunan Bendungan Kuningan.

"Di sana (Tuban) warganya dapat ganti untung dari PT Pertamina. Kalau di sini warga kami juga sama dapat ganti untung dari pembangunan Waduk Kuningan," kata Kepala Desa Kawungsari Kusto kepada detikcom.

Kusto mengungkapkan, ada sekitar 300 sepeda motor baru yang dibeli warga sejak awal pencairan uang ganti untung pembangunan Bendungan Kuningan. Tidak hanya motor, ada juga warga yang membeli mobil baru dan bekas.

"Pas uang ganti untung cair warga mulai pada beli motor beli motor. Motor baru yang dibeli itu ada sekitar 300 lebih, kalau mobil sekitar 30 yang baru dan bekas," ungkapnya.

Menurutnya, kendaraan yang dibeli warga tidak datang bersamaan. Kusto mengungkapkan warganya itu secara bergantian membeli kendaraan bermotor.

"Paling banyak itu pas awal cair uangnya, sehari bisa ada 15 motor yang datang. Kalau sekarang-sekarang paling cuma satu dua saja, tapi masih banyak yang sudah pesan," tambah Kusto.

Sekedar diketahui, pembangunan Bendungan Kuningan membuat 362 kepala keluarga di Desa Kawungsari harus merelakan rumah dan lahannya dibeli pemerintah guna melancarkan proyek nasional tersebut.

Kusto menyebut, ada 386 bidang tanah beserta bangunan milik warga yang dibeli pemerintah. Dari total bidang tanah itu, menurut Kusto, baru 279 bidang yang telah mendapat uang ganti untung senilai 149 miliar.

"279 bidang sudah cair nilainya 149 miliar. Sisanya masih menunggu pembayaran karena ada beberapa hal yang masih belum lengkap berkasnya," sebutnya.

Menurutnya, uang ganti untung yang diberikan kepada warga jumlahnya berbeda-beda, tergantung dari bidang tanah dan bangunan yang dimiliki. "Yang terkecil itu warga nerima uang ganti untuk Rp 150 juta. Yang paling banyak ada hampir mencapai 1,6 miliar. Kalau saya sendiri dapat Rp 700 juta, tapi saya termasuk yang belum cair uangnya," jelas Kusto.

Proses pencairan uang ganti untung ini ditargetkan rampung sebelum Juli 2021. Sebab di bulan itu, Bendungan Kuningan mulai diisi air dan warga Kawungsari harus pindah ke tempat relokasi yang sudah disediakan.

"Kalau bendungan itu aktifnya Juli, jadi sebelum itu harusnya sudah selesai pembayaran ganti untungnya," ucap Kusto.

Semesta itu, Nurmadin (50) warga setempat, mengaku mendapat uang ganti untung hasil menjual rumah dan sawahnya. Ia mendapatkan Rp 400 juta.

"Dapat Rp 300 juta untuk rumah dan Rp 100 juta untuk sawah. Saya kemarin beli motor cash Rp 24,5 juta. Sisanya sayatabungin," ujarNurmadin.

Simak video 'Prabowo-Ganjar-Anies di Lingkaran Pilpres 2024 Versi LSI':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5