Dibuang Pelaku ke Sungai, Polisi Cari Sisa Tulang Kasinem

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 17:48 WIB
Pencarian tulang belulang korban pembunuhan di Sukabumi.
Foto: Pencarian tulang belulang korban pembunuhan di Sukabumi (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Sukabumi -

Polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus pembunuhan Kasinem (65), perempuan lanjut usia asal Kampung Cimapag, Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi yang tulang belulangnya di temukan dalam septic tank. Pelaku pembunuhan juga membuang sebagian tulang korban ke sungai.

Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif mengatakan telah meminta anggotanya untuk menemukan tulang belulang korban yang dibuang pelaku ke Sungai Cibungur.

"Kita belum sampai ke tahapan rekonstruksi, saya sudah minta anggota unruk mencari tulang belulang lainnya karena yang ditemukan (didalam lubang) masih sedikit," kata Lukman melalui sambungan telepon kepada detikcom, Senin (22/2/2021).

Lukman menjelaskan pihaknya masih belum akan melakukan rekonstruksi karena hambatan soal sisa tulang Kasinem tersebut.

"Tulang belulang tersebut dibuang pelaku ke sungai. Kita masih mencari potongan lain dari tulang belulang, pengakuan tersangka dibuang disana (sungai). Jadi kita belum akan sampai ke rekonstruksi," tambah Lukman.

Soal hilangnya sebagian tulang Kasinem sebenarnya sudah terungkap tidak lama setelah Pirman (30) pelaku pembunuhan Kasinem memberikan pengakuan kepada aparat desa dan warga yang menginterogasinya.

Kepada warga, Pirman menyebut sudah lebih dulu membuang sebagian tulang belulang Kasinem dengan cara mengeluarkannya dari lubang dan membawanya ke Sungai Cibungur.

"Jasad korban dikubur, di bagian atasnya ditutup semacam kayu-kayu. Kenapa bisa diketahui? Karena belum lama ini pelaku memindahkan sebagian tulang belulang dan membuangnya ke sungai, ada yang tersisa kemudian ditemukan oleh warga karena tercium bau menyengat. Pelaku sendiri sudah mengakui semua perbuatannya," ujar Solihudin, Kades Bumisari saat wawancara pada Sabtu (20/2).

Hari ini Pirman kembali dibawa ke lokasi sungai tersebut. Dia lantas menunjuk titik dimana ia membuang tulang belulang Kasinem. Lokasi sungai dengan lubang septic tank cukup jauh, petugas terpaksa berjalan kaki menyusuri pematang sawah untuk sampai di sungai tersebut.

Sementara itu, penuturan warga di sekitar lokasi, pelaku diduga menggali lubang septic tank antara Selasa (16/2) dan Rabu (17/2) malam. Pelaku melakukan itu karena khawatir aksi sadisnya terungkap.

Namun nahas, selang beberapa hari setelah itu atau pada Jumat (19/2) seorang pencari rumput mencium bau tidak sedap dari arah belakang rumah Kasinem. Saat itu ia juga melihat gundukan tanah di tempat itu.

"Mungkin karena sempat dibongkar pelaku, bau menyengat keluar. Padahal sebelumnya tidak ada yang curiga, mungkin sudah seharusnya begitu (ketahuan) kasihan juga kalau tidak terungkap. Pencari rumput itu lapor ke RT dan kades, lalu dibongkar akhirnya ditemukan tulang belulang," kata tetangga korban inisial MA.

(sya/mso)