Melihat Aksi Milenial di Serang Bantu Para Lansia

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 15:39 WIB
Sejumlah milenial di Serang membantu warga lanjut usia.s
Foto: Sejumlah milenial di Serang membantu warga lanjut usia (Bahtiar Rifa'i/detikcom).
Serang -

Sebuah perkumpulan milenial di Kabupaten Serang punya kegiatan unik. Setiap pekan, mereka berkumpul untuk membersihkan dan merenovasi rumah warga lansia atau jompo yang kurang layak huni. Aksinya itu dibuat demi meringankan beban warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Perkumpulan ini memiliki banyak pengikut di media sosial. Mereka menamakan diri Carenang Ringan Tangan. Anggotanya mahasiswa dari perguruan tinggi di Banten mulai dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, UIN Sultan Maulana Hasanudin, Universitas Serang Raya, Universitas Bina Bangsa, bahkan ada siswa SMA. Fokus kegiatan memang dilakukan di Kecamatan Carenang yang jadi tempat asal mereka.

Pendiri kelompok ini, Nuraeni Shopiyah mengatakan Carenang Ringan Tangan dibuat atas keresahan banyaknya jompo yang tinggal sendiri di rumah seadanya dan butuh bantuan. Ia yang baru lulus kuliah tergerak untuk membantu dan mengajak sesama mahasiswa untuk membantu.

"Berangkat dari keresahan, banyak warga sekitar jadi harus dibantu. Resah, mereka hidup sebatang kara, ternyata memang banyak yang hidup sebatang kara di masa tua," ujar Nuraeni saat berbincang dengan detikcom di Serang, Banten, Senin (22/2/2021).

Dari situ, pada 14 Desember 2020 lalu, ia bersama beberpa temannya Sri Ekayanti, Elin Sri Mulyani, Mutammimah keliling kampung dan menemukan jompo yang butuh uluran tangan. Mereka lantas membuka donasi dan disambut masyarakat. Dari donasi itu kemudian dibelikan barang seperti lemari dan kebutuhan sehari-hari.

Aksi pertama itu rupanya disambut oleh milenial di Carenang. Ada banyak yang bergabung untuk berdonasi atau sekedar menyumbangkan tenaga.

Sementara itu, Ekayanti menambahkan donasi yang diberikan sebetulnya sederhana. Misalkan lemari plastik, kasus, alat salat, selimut, alat mandi dan sembako seadanya. Mereka juga melakukan bersih-bersih. Jika menemukan rumah jompo bocor, menambal atap demi membuat nyaman jompo saat istirahat.

"Kita bersih-bersih juga, kebanyakan yang dibantu satu petak nggak punya kamar mandi, dibuatin kamar mandi buat penutup, kita perbaiki kalau atap bocor, kita usahakan nggak bocor, agar nyaman," ujar Eka.

Sejauh ini, mereka sudah membantu 12 jompo yang rata-rata tinggal sendirian di rumah yang kurang layak huni. Donasi sendiri datang dari media sosial dan mereka pertanggung jawabkan secara terbuka.

"Jadi kalau donasi itu setiap ada transfer kita upload ke media (sosial)," ujarnya.

Satu anggota bernama Aceng Maulana Hakim yang masih duduk di SMA merasa terpanggil untuk ikut gabung di komunitas ini. Ia lebih memilih aktif di kegiatan sosial daripada nongkrong-nongkrong tidak keruan.

"Jiwa sosial itu susah diungkapin, saya ngerasa orang Carenang saya harus bantu. Saya kurang suka nongkrong, soalnya kalau positif saya lakukan kalau merugikan jangan," ujar Aceng.

Simak video 'Derasnya Arus Banjir Kala Evakuasi Korban di Wilayah Terisolir Bekasi':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/mso)