65 Ribu Lansia di Kota Cimahi Diajukan Jadi Penerima Vaksin COVID-19

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 16:23 WIB
A dose of the Phase 3 Novavax coronavirus vaccine is seen ready for use in the trial at St. Georges University hospital in London Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
Ilustrasi (Foto: AP/Alastair Grant)
Cimahi -

Pemkot Cimahi mengajukan sekitar 65 ribu orang lanjut usia (lansia) untuk menerima vaksinasi COVID-19 tahap kedua usai vaksinasi terhadap tenaga kesehatan.

Rencananya pelaksanaan vaksinasi terhadap lansia di Kota Cimahi bakal dimulai jika vaksin dari Pemprov Jabar sudah tiba dengan target selesai pada 5 April mendatang.

"Untuk lansia yang diajukan 65 ribu. Jadi begitu vaksinnya datang kita akan laksanakan untuk lansia. Dapatnya 2 dosis dengan jarak 28 hari dari dosis pertama," ungkap Kepala Bidang Program Pengendali Penyakit Dinkes Kota Cimahi Artha Satyawati, Kamis (18/2/2021).

Selain itu pihaknya juga sudah mendata pihak pelayan publik meliputi guru, tokoh agama dan penyuluh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah, ASN, tugas keamanan termasuk TNI dan Polri, petugas pariwisata, hotel, dan restoran, termasuk wartawan.

"Jumlahnya cukup banyak, sedang didata dulu. Tidak akan terbatas pada domisili juga. Insya Allah dimulainya 1 Maret nanti," katanya.

Untuk vaksinasi tahap II tersebut, pusat pelayanan vaksinasi yang semula hanya 21 lokasi kini akan ditambah menjadi 31 titik. Pihaknya juga meminta tambahan SDM vaksinator dari IDI dan PPNI sebanyak 150 orang.

"Untuk lokasi kita tambah, agar pelaksanaannya bisa langsung ke banyak subjek. Untuk vaksinator tambahan, nanti mereka akan dilatih oleh Dinkes Jabar untuk kompetensi vaksinasi sehingga berjumlah menjadi 364 orang," imbuhnya.

Mengingat sasarannya lebih banyak ketimbang jumlah nakes yang terlebih dahulu divaksinasi, pihaknya membuka pendaftaran secara langsung di pusat pelayanan kesehatan

"Saat ini tidak ada lagi SMS blast kepada penerima vaksin, pendaftaran langsung dengan mendatangi pusat pelayanan vaksinasi yang sudah ditentukan. Karena itu, kita minta camat lurah membangun kesadaran sasaran vaksinasi untuk datang ke pelayanan kesehatan yang ditetapkan," imbuhnya.

Pihaknya juga akan membuka layanan vaksinasi secara mobile seperti di pasar tradisional untuk mempercepat peningkatan cakupan vaksinasi.

"Mudah-mudahan cakupan vaksinasi bisa lebih banyak sehingga bisa membentuk herd immunity. Minimal kita bisa mendapat vaksin dengan kuota yang mencukupi, dilaksanakan dengan baik, cakupan minimal 80% dan reaksi pascaimunisasi rendah dan tidak berarti," tandasnya

(mud/mud)