Ngadu ke Hotman Paris, Korban Paket Kurban Bodong Minta Aset Pelaku Disita

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 15:01 WIB
Korban paket kurban bodong bersama Hotman Paris
Foto: Korban paket kurban bodong bersama Hotman Paris (Istimewa).
Cianjur -

Sejumlah korban paket kurban bodong di Cianjur mengadu ke pengacara kondang Hotman Paris. Mereka mengeluhkan banyaknya aset pelaku yang belum disita.

Kedatangan dan curhatan dari para korban paket kurban bodong pun divideokan dan diunggah di akun Instagram pribadi Hotman Paris.

Dalam video berdurasi 1 menit itu, Hotman Paris menyebutkan jika para korban datang dengan penuh tangis berharap aset pelaku disita dan dibagikan. Bahkan ia juga meminta kasus tersebut diperhatikan langsung oleh Kapolri hingga Kapolda Jawa Barat.

"Salam Hotman Paris dari Kopi Joni. Hari ini korban arisan bodong di Cianjur datang dengan isak tangis. Karena banyak aset yang diduga pelaku belum disita aparat untuk mengembalikan kerugian mereka," ujar Hotman dalam videonya.

"Mohon perhatiannya bapak Kapolri, Kadiv Propam Mabes Polri, Kapolda Jawa Barat dan Kapolres Cianjur. Salam kopi joni," tambahnya.

Dalam video itu juga tampak seorang korban yang menangis meminta kasus tersebut segera diselesaikan dengan aset pelaku disita seluruhnya untuk dibagikan para korban.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Moch Rifai mengatakan pihak kepolisian terus mendalami kasus tersebut. Saat ini pelaku sudah ditangkap dan tengah dilakukan pemberkasan untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Terkait aset pelaku, lanjut Rifai, polisi kini sudah melacak beberapa aset tambahan berupa empat sertifikat tanah, beberapa unit mobil, dan aset lainnya.

"Asetnya terus kita lacak, yang terbaru dari yang hanya satu kini kami temukan lagi beberapa sertifikat tanah. Jadi total aset yang sudah disita lima sertifikat tanah, empat mobil, satu brangkas, dan satu rumah dengan empat bangunan," kata dia.

Rifai meminta para korban yang mengetahui aset dari pelaku segera melapor ke polisi.

"Bantu kita tunjukkan dimana asetnya, silakan lapor ke kita jangan ke pihak lain. Karena kami juga tidak main-main dengan kasus ini, kami terus lakukan pengembangan, terutama melacak asetnya," kata dia.

(mso/mso)