GAR ITB Jadi Sorotan, Gembong: Alumni Harusnya Fokus Sainstek untuk Warga

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 09:25 WIB
Kampus ITB
Foto: Kampus ITB (Istimewa).
Bandung - Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR-ITB) menjadi sorotan setelah melaporkan Din Syamsuddin atas dugaan radikalisme. Kelompok ini juga mengklaim didukung oleh ribuan alumni ITB dalam menyampaikan laporan tersebut ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Salah satu calon Ketua Umum Ikatan Alumni (IA) ITB Gembong Primadjaja mengatakan idealnya ikatan-ikatan alumni yang mengatasnamakan kampus tidak berkecimpung di dunia politik. Menurutnya, alumni dari ITB sebaiknya fokus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, dibandingkan membuat gerakan yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

"Saya mengambil benchmark di dunia diskusi atau diskursus para alumni, diskusi bagaimana mereka membangun kekuatan ekonomi, membangun kekuatan teknologi, atau produk sains yang dikembangkan oleh para alumni, bagaimana menghadapi tantangan energi, tantangan soal bagaimana membangun industrialisasi atau reindustrialisasi kemudian membangun peran entrepreneur, start up, membangun entrepreneurship di kalangan alumni-alumni," ujar Gembong dalam diskusi virtual bersama wartawan, Senin (15/2/2021) sore.

"Ke depan kita seharusnya sesuai dengan AD ART yang kita miliki, yakni fokus pada teknologi, sains dan seni, jadi hasil diskusi kita kontribusikan kepada masyarakat, jadi kita tidak ke politik dulu ya, jadi kita ingin alumni ITB bersatu, kita tinggalkan segala macam perbedaan di antara kita, kita punya kesamaan, sama-sama alumni ITB, kita punya visi sama, harmonia in progressio," kata Gembong memaparkan.

Gembong rencananya akan membuka pintu komunikasi dengan sejumlah tokoh yang berkecimpung dalam GAR ITB. Hal itu akan dilakukannya untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai gerakan tersebut. Sejauh ini Gembong mengatakan tidak pernah didekati oleh kelompok GAR ITB untuk melaporkan Din Syamsuddin.

"Saya akan membuka komunikasi, saya pernah bertemu dengan beberapa tokoh juga. Saya belum berkomunikasi lagi terkait isu-isu yang panas dan berkembang, tapi saya janji saya akan melakukan komunikasi lagi terkait isu yang sedang menjadi trending topic, dan bagaimana kita mencari solusi bersama agar nama ITB tidak masuk ke dalam ranah yang seharusnya tidak berada di sana," katanya.

Sementara itu, Ketua IA ITB periode 2016-2020 Ridwan Djamaluddin belum memberikan respons terkait GAR ITB saat dikonfirmasi detikcom baik melalui telepon maupun pesan singkat.

Simak juga video 'Penjelasan Peneliti ITB soal Potensi Tsunami 20 M di Selatan Pulau Jawa':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mso)