Mayat Pria Ditemukan di Kaki Gunung Manglayang Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 14:34 WIB
Penemuan mayat di Sukabumi.
Foto: Penemuan mayat di Sukabumi (Istimewa).
Sukabumi -

Jasad pria dengan kondisi mengenaskan ditemukan tergeletak di antara rimbunan bambu di kaki Gunung Manglayang, Kampung Cibayonah, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

Informasi yang diperoleh detikcom, jasad pria itu ditemukan oleh seorang pendaki yang tidak sengaja melintasi jalur tersebut. Kepolisian tiba di lokasi dan melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tidak ditemukan identitas di tubuh korban.

Petugas kemudian membawah jenazah tersebut ke kamar jenazah RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

"Kronologinya korban ditemukan pada hari Rabu (10/2), ada warga yang tengah mendaki gunung untuk mencari sarang tawon, ketika sedang memegang bambu warga melihat ada sosok tubuh manusia yg tergeletak di rumpun bambu dengan kepala tinggal tulangnya saja," kata Kapolsek Cireunghas Iptu Ujang Taan kepada detikcom, Kamis (11/2/2020).

Saat itu, kata Ujang, warga kemudian melapor kepada ketua RT setempat dan melaporkannya ke pihak kepolisian Sektor Cireunghas. Tidak menunggu waktu lama, polisi tiba di lokasi dan mengecek TKP.

"Tidak ditemukan identitas di sekitar jasad korban, hanya sekitar 20 meter dari lokasi ditemukan batik bermotif warna coklat lalu 10 meter dari jasad ditemukan juga. Korban juga mengenakan celana sontog (pendek)," lanjutnya.

Korban kemudian dibawa ke RSUD R Syamsudin SH. Untuk perkiraan usia, Ujang mengaku belum mendapat keterangan lengkap dari dokter forensik. Namun berdasar perkiraan usia korban antara 30 sampai 40 tahun.

"Hanya perkiraan saja, sekitaran segitu usianya. Posisi korban sendiri berada di lokasi yang memang bukan jalur resmi yang biasa dipakai warga untuk melintas," jelas Ujang.

Posisi korban ditemukan berada sejauh 2 kilometer dari jalan raya terdekat. Sementara dari perkampungan skeitar 3 kilometer. Polisi sendiri menyebar foto pakaian yang ditemukan di sekitar TKP.

"Kami masih mencari keluarganya, barangkali ada yang merasa kehilangan. Sudah ada beberapa orang yang menghubungi, mereka mengaku kehilangan keluarganya. Mudah-mudahan cepat diketahui, kasihan," ujarnya.

(sya/mso)