Melihat Pembuatan Kue Keranjang di Majalengka Menjelang Perayaan Imlek

Bima Bagaskara - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 15:03 WIB
Melihat proses pembuatan kue keranjang menjelang imlek di Majalengka
Melihat proses pembuatan kue keranjang menjelang imlek di Majalengka (Foto: Bima Bagaskara)
Majalengka -

Kue Keranjang atau juga dikenal dengan nama dodol cina sangat identik dengan hari raya Imlek. Kuliner khas ini banyak diburu jelang perayaan hari besar bagi umat Konghucu.

Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat terdapat tempat pembuatan kue keranjang yang dianggap legendaris karena sudah ada sejak tahun 1976.

Tempat pembuatan kue keranjang itu merupakan milik Nyonya Pen Sun (93) yang berada di Jalan Lanud Sukani Desa Mekarsari, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Dilihat detikcom, tampak tidak ada yang istimewa dari tempat pembuatan kue keranjang disana. Kue keranjang dibuat dengan cara tradisional dan sederhana.

Para perajinnya pun tidak banyak, hanya 2 sampai 3 orang saja. Mereka memiliki tugas masing-masing mulai dari membuat keranjang kue, membakar daun pisang, hingga mengolah adonan kue keranjang yang berbahan dasar beras ketan dan gula aren.

Kue keranjang yang telah dikukus kemudian dimasukkan ke dalam keranjang bambu yang dibaluti dengan daun pisang yang telah dibakar.

Ibang (63) salah seorang pekerja di tempat pembuatan kue keranjang milik Nyonya Pen Sun mengatakan pembuatan kue keranjang di tempatnya bekerja itu hanya dilakukan untuk menyambut hari raya Imlek saja.

Pada hari biasanya kata Ibang, pihaknya tidak melayani pembuatan kue keranjang meskipun banyak yang memesan.

"Kalau hari biasa ga bikin meski banyak yang pesen. Kita khusus bikin untuk Imlek aja," kata Ibang saat ditemui detikcom di lokasi pembuatan Rabu (10/2/2021).

Kue keranjang yang dibuat disana dikenal juga memiliki daya tahan lama hingga mencapai satu tahun lebih. Menurut Ibang hal itulah yang membuat kue keranjang buatan Nyonya Pen Sun melegenda di Kabupaten Majalengka.

"Yang membedakan bisa awet sampai satu tahun lebih karena prosesnya dikukus 10 jam, makanya kuat sampai satu tahun," ungkapnya.

Namun Ibang menjelaskan kue keranjang yang Ia buat akan mengeluarkan jamur pada bagian luarnya jika tidak dikonsumsi dalam waktu lama. Meski begitu, kue keranjang tersebut tetap bisa dikonsumsi.

"Cuma memang kalau kue ini nanti bagian luarnya akan bulukan kalau kelamaan, itu karena dari gula jawanya. Tapi yang buluk bagian luarnya saja, dalamnya masih bagus dan bisa dimakan. Rasanya juga tidak berubah," jelas Ibang.

Beberapa hari jelang hari raya Imlek ini menurut Ibang pesanan kue keranjang di tempatnya sudah sangat banyak. Pesanan biasanya Ia terima satu bulan sebelum hari raya Imlek.

Ibang mengatakan menjelang Imlek Ia biasanya bisa membuat 1,5 hingga 2 ton kue keranjang. Kue keranjang itu dipesan oleh masyarakat dari berbagai daerah seperti Bandung dan Sumedang.

"Pesanan bisa 2 ton kalau untuk Imlek, yang belinya banyak dari Bandung Sumedang dan Majalengka sendiri seperti Kadipaten dan sekitarnya. Tapi kalau sekarang pandemi ini kayaknya sih berkurang pesanannya," lanjutnya.

Ibang sendiri menjual kue keranjang seharga Rp 35 ribu untuk satu kilogramnya dengan isi tiga hingga empat buah.

Lihat juga Video: Ci Cong Fan hingga Kue Keranjang Khas Imlek di Kawasan Suryakencana

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)