Cerita Korban Pecah Ban Mobil di KM 39 Tol Japek: Panik, Kondisi Hujan

Siti Fatimah - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 14:37 WIB
Tol Jakarta Cikampek II Elevated alias Tol Japek Layang yang sebelumnya gratis, kini mulai dikenakan pemberlakuan tarif. Begni kondisi di Tol Japek Layang usai berbayar.
Foto: Rengga Sancaya
Bandung -

Insiden puluhan mobil mengalami pecah ban di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Km 39+500, viral di media sosial. Peristiwa pecah ban ini terjadi karena kondisi jalan yang rusak dan berlubang.

Dari video viral yang dilihat detikcom memperlihatkan kecelakaan itu terjadi di malam hari pada Minggu (7/2/2021) lalu. Selain itu, disebutkan puluhan mobil berjejer di pinggir jalan yang terdampak jalan rusak tersebut.

Kepada detikcom, Nicole dharma cahyani (17), salah satu korban kecelakaan menceritakan, pada saat kejadian kondisi perjalanan pada malam hari dan cuaca hujan. Kepanikan pun tak bisa dihindari karena melewati jalan lubang yang cukup dalam sampai ban mobil dan velg pecah.

"Panik banget kak, mana lagi hujan. Kita sekeluarga lima orang. Ade yang duduk di paling belakang berasa banget saat ngehantam lubangnya," kata Nicole saat dihubungi detikcom, Selasa (9/2/2021).

Dia menuturkan, saat kejadian itu mereka sekeluarga dalam perjalanan dari Bandung menuju Bekasi, Deltamas Cikarang, Jawa Barat. Sebelum kecelakaan terjadi, mereka menggunakan jalur kiri namun menghantam banyak lubang dan beralih ke jalur kanan.

Tak disangka, di jalur kanan terdapat satu lubang besar yang merusak ban mobil keluarga Nicole. Akhirnya, kata dia, mereka sekeluarga menepi ke jalanan.

Nicole bukanlah korban pertama. "Saat di tepi jalan banyak banget mobil yang ban dan velgnya pecah. Rata-rata ban depan belakang (kiri). Lalu papa saya mendatangi Jasamarga di paling belakang (antrean mobil) papa saya ngomong ke jasamarga, tetapi jasamarga kurang merespons. Banyak mobil yang nunggu juga dari lama bahkan ada yang dari sore," ungkapnya.

Akhirnya, karena tak kunjung mendapatkan respons cepat dari jasa marga, Nicole berinisiatif untuk membetulkan kerusakan ban mobilnya secara mandiri. "Saya jam 10an (malam) sampe jam 01.00 baru selesai di betulkan sendiri tidak ada bantuan jasamarga. Untuk klaimnya juga belum jelas, paling lambat menunggu dua bulan," tuturnya.

Dia mengatakan, hingga saat ini ayahnya belum mendapatkan ganti rugi. "Papa saya dimasukkin ke satu grup WhatsApp (korban jalan tol JaPek) lalu orang-orang disuruh ke satu tempat tetapi dipindah-pindahkan," katanya.

Berdasarkan penuturan Nicole, bentuk ganti rugi yang disediakan jasa marga berupa dana jasa penggantian ban di tol dan biaya pembelian ban baru sekitar Rp 2,4 juta (harga dapat berbeda tergantung jenis dan tipe mobil).

Sebelumnya, Jasa Marga mengakui adanya kejadian tersebut. Jasa Marga bertanggung jawab atas kerusakan yang diderita para pengendara mobil tersebut.

"Untuk beberapa kendaraan yang mengalami bocor ban akibat lubang kemarin, saat ini tengah kami proses klaim ganti ruginya, sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan," ujar General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati, dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (8/2/2021).

Tonton juga Video: Duh... Pemotor Masuk Tol Japek di Cibitung

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)