Pandemi COVID-19

Langgar Jam Operasional, 23 Sektor Usaha di Bandung Ditutup-Didenda

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 12:29 WIB
Langgar jam operasional, sejumlah tempat usaha di Bandung dijatuhi sanksi.
Foto: Langgar jam operasional, sejumlah sektor usaha di Bandung diberi sanksi (Istimewa).
Bandung -

Pemerintah Kota Bandung menindak sejumlah sektor usaha karena melanggar jam operasional selama pelaksanaan PSBB proporsional. Sepanjang Januari ada 23 sektor usaha yang diberi sanksi.

"Selama Januari, seperti kafe, mini market, toko modern, tempat hiburan malam ada 23 kita segel, dan itu kita kenakan denda maksimal Rp 500 ribu," kata Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian di Alun-alun Bandung, Selasa (9/2/2021).

Rasdian mengungkapkan sebagian besar para pelaku usaha diberi sanksi karena melanggar jam operasional. Pihaknya langsung menyegel dan menjatuhkan denda kepada para pelanggar.

"Pelanggaran, kebanyakan jam operasional, sebelumnya pukul 20.00 WIB, ini lebih. Kita langsung berikan tindakan karena sudah diedukasi sebelumnya," ungkapnya.

Tempat usaha ini sudah dibuka kembali, dengan perjanjian tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jika kesalahan tersebut diulangi kembali, bisa dicabut izinnya.

Dia juga menilai penerapan PSBB proporsional cukup efektif menekan mobilitas warga selama pandemi COVID-19. "Efektif, apalagi sekarang sinergitas aparat bersama, bukan hanya Satpol PP, termasuk kewilayahan kelurahan dan kecamatan," jelasnya.

Meski demikian, Rasdian menyebut, masih ada saja pengusaha yang kucing-kucingan dengan petugas. Pihaknya tidak mau kalah, dan terus melakukan pengawasan hingga memberikan sanksi kepada pemilik badan usaha tersebut.

"Kita ada strategi, kita misal jam 9 malam apel, kota berangkat target operasi di kecamatan mana, doa tutup. Nanti kita adakan pengawasan monitoring ulang di lokasi sama dengan jam berbeda, waktunya tidak ditentukan. Kita temukan beberapa kafe seperti itu," pungkasnya.

(wip/mso)