Jabar Hari Ini: Banjir Karawang hingga Indramayu-Motif Sadis Pelaku Bunuh Gadis

Tim detikcom - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 20:19 WIB
Evakuasi korban banjir Pamanukan Subang berlangsung dramatis
Foto: Evakuasi korban banjir di Subang (Dian Firmansyah/detikcom).
Bandung -

Sejumlah daerah di Jawa Barat diterjang banjir. Selain itu, kasus mayat perempuan yang ditusuk bagian vitalnya pun terungkap.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Motif Pria di Garut Habisi Nyawa Kekasih Secara Sadis

Polisi menggelar ekspose kasus pembunuhan gadis asal Garut, inisial WT (21). Korban yang mayatnya tertancap bambu itu ternyata dibunuh oleh sang pacar, inisial DH.

Kapolres Garut AKBP Adi Benny mengatakan DH telah mengakui perbuatannya menghabisi nyawa WT. "Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Dia membunuh korban dengan cara dicekik kemudian ditusuk," ucap Benny kepada wartawan di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Senin (8/2/2021).

DH dan korban diketahui menjalin asmara. "Korban dan pelaku saling kenal. Pengakuannya berpacaran," kata Benny.

DH membunuh WT di pinggir Sungai Cimalaka, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (2/2). Jasad WT kemudian ditemukan tiga hari berselang oleh warga yang melintas di lokasi, Jumat (5/2).

Polisi mengungkap motif pembunuhan sadir itu. Pembunuhan itu dilatarbelakangi oleh rasa cemburu pelaku terhadap korban.

Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan DH membunuh WT lantaran sakit hati memergoki korban berkomunikasi melalui pesan singkat dengan pria lain di media sosial.

"Pelaku melakukan perbuatan tersebut karena merasa cemburu melihat korban selaku pacar dari pelaku chatting dengan lelaki lain di media sosial dan mengira bahwa korban ini selingkuh," kata Benny kepada wartawan di Mapolres Garut, Senin (8/2/2021).

Menurut Benny, setelah mengira korban selingkuh, DH murka dan mencekik korban. Dia kemudian membuka celana korban dan menancapkan bambu ke kemaluan korban. Sebelumnya, polisi menyebut bambu itu tertancap di dubur korban.

"Setelah itu korban didorong pelaku ke bawah," kata Benny.

Lokasi korban dicekik berada tepat di atas posisi jasad korban ditemukan. Korban didorong dari ketinggian sekira 10 meter.

DH kemudian kabur setelah melakukan aksinya itu hingga akhirnya berhasil ditangkap polisi. Dia ditembak polisi lantaran melawan saat penyergapan.

Banjir Terjang Sejumlah Daerah di Jabar

Sejumlah daerah di Jawa Barat terendam banjir. Sejumlah warga terdampak bahkan ada yang sampai meninggal dunia.

Banjir menerjang beberapa daerah seperti Subang, Karawang, Indramayu, Cirebon, Cimahi, Bogor hingga Majalengka.

Seperti di Subang, hujan deras yang terus menerus mengguyur wilayah Pamanukan, Subang membuat sungai Cipunagara meluap. Luapan itu mengakibatkan banjir yang merendam jalan raya, pertokoan, pemukiman hingga areal pesawahan.

Pantauan detikcom di lokasi kejadian, petugas tengah melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir, petugas memasang tali untuk memudahkan proses evakuasi yang diketahui air banjir mengalir sangat deras.

Bahwa sejumlah warga hampir hanyut terbawa derasnya air meski tengah di evakuasi petugas. Banyak warga yang melintas air ini dengan membawa segala sejumlah pakaian untuk mengungsi.

Menurut salah satu warga, banjir ini mulai terjadi sejak pukul 01.00 WIB, sejak itu warga panik dan langsung mengungsi di tempat pengungsian darurat.

Sementara itu di Cimahi, Hujan deras yang mengguyur Cimahi memicu sungai meluap sehingga banjir merendam tempat tinggal warga dan memutus akses kendaraan.

Banjir terjadi akibat air yang tak tertampung aliran Sungai Cihujung. Kemudian air tumpah ruah ke jalan dan menggenangi rumah warga di Kampung Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Berdasarkan data BPBD Kota Cimahi tercatat ada belasan rumah yang terendam banjir di RT 4 RW 13 dan RT 1 RW 11. Ketinggian air yang merendam rumah mencapai 80 sentimeter. Sementara banjir yang merendam jalan mencapai 50 sentimeter.

"Hasil asesmen ada 14 rumah yang terendam," kata Jaka, personel BPBD Kota Cimahi, Senin (8/2/2021).

Sementara di Karawang, Luapan Sungai Ciherang merendam 4.369 rumah di Kabupaten Karawang pada Minggu (7/2/2021). Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat dan Karawang hingga Minggu pukul 23.15 WIB, terdapat 15.352 jiwa (4.837 KK) yang terdampak bencana tersebut.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu melaporkan, terdapat 691 jiwa dari 194 KK yang mengungsi. "Warga mengungsi ke rumah tetangga yang masih aman, serta masjid," ujar Budiman dalam keterangan tertulis, Senin (8/2/2021).

Wahyu mengatakan, air mulai meluap pada Minggu siang sekitar pukul 11.48 WIB. Sebelumnya, turun hujan dengan intensitas sedang. "Dikarenakan limpasan dari aliran Sungai Ciherang," katanya.

Banjir di Karawang ini terus meluas, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan. "BPBD Jabar akan terus berkoordinasi dengan BPBD Karawang," kata Wahyu.

Banjir juga menerjang Kabupaten Indramayu. Banjir merendam Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ketinggian air bervariasi ada yang sampai mencapai 2 meter lebih.

Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansah mengatakan pihaknya masih mengevakuasi sejumlah korban banjir di Desa Karang Tumaritis, kecamatan Haurgeulis. "Sudah lebih dari 300 warga dievakuasi oleh tim SAR Gabungan dan dibawa ke kantor Kecamatan Haurgeulis. Selanjutnya didata dan perawatan lebih lanjut," kata Deden dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (8/2/2021).

Begitu juga di Cirebon. Banjir rob menerjang beberapa kecamatan di Cirebon.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan menyebutkan delapan kecamatan yang terdampak banjir di antaranya, Kecamatan Susukan, Plered, Tengahtani, Gunungjati, Panguragan, Waled dan Gebang. Alex mengatakan saat ini air mulai surut di beberapa kecamatan.

"Kecamatan Susukan ada tiga desa yang terdampak, yakni Bunder, Gintung dan Bojong. Tinggi muka air (TMA) di Desa Bojong mencapai sekitar 30 sentimeter, Desa Bunder sekitar 10 sentimeter, dan Gintung mulai surut," kata Alex kepada detikcom melalui pesan singkatnya, Senin (8/2/2021).

Sementara di Bogor, Banjir setinggi 90 sentimeter menggenangi ratusan rumah di perumahan Vila Nusa Indah, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Banjir terjadi akibat luapan sungai Cileungsi yang melintasi sekitar perumahan Vila Nusa Indah dan mengalir hingga Bekasi.

"Banjir masih terjadi di Vila Nusa Indah 1 dan 2. Wilayah yang terendam di Vila Nusa Indah 1 itu ada RW, 13, 14, 15, 16 dan 17 dengan ketinggian 10-90 sentimeter. Lebih dari seratus rumah," kata Ketua Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Bogor, Taufik kepada detikcom, Senin (8/2/2021).

Luapan Sungai Cileungsi mulai membanjiri Perumahan Vila Nusa Indah sejak sekitar pukul 09:00 WIB. Hingga saat ini, ketinggian air yang menggenangi rumah warga mencapai 90 sentimeter.

"Kalau air meluap tadi kisaran pukul 09.00 WIB hingga top level jam 11.00 WIB, bertahan sampai saat ini. Tapi ini tergantung cuaca di hulu Sungai Cileungsi, kalau di hulu hujan dipastikan air kembali meluap dan banjir meningkat di sini," kata Petugas Tagana Kabupaten Bogor Mardi yang bersiaga di Perumahan Vila Nusa Indah.

Sementara itu di Majalengka, Ribuan warga di Desa Pangkalanpari, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat terdampak banjir yang merendam desa tersebut sejak Minggu (7/2) kemarin.

Pada Senin (8/2/2021) ini tim gabungan dari BPBD, Basrnas, Satpol PP, TNI Polri yang dibantu masyarakat setempat melakukan evakuasi untuk menyelamatkan warga yang terjebak di rumahnya.

Kasi Kedaruratan BPBD Majalengka Reza Permana mengatakan ada 4.000 warga yang terdampak banjir dengan ketinggian rata-rata 1 meter.

"Ada 4.000 jiwa yang terdampak karena seluruh desa terendam dari tadi malam berangsur-angsur kita evakuasi keluar dan hari ini kita buka posko pengungsian," kata Reza saat diwawancarai detikcom di lokasi.

Menurutnya sudah ratusan warga yang berhasil dievakuasi keluar dari jebakan banjir. Warga yang dievakuasi kemudian ditempatkan di posko pengungsian yang berada diSDN IIPangkalanpari.

Selain itu banjir juga merendam wilayah Bekasi. Bahkan ada wilayah yang terendam air hingga satu meter.

Banjir juga menerjang wilayah Kabupaten Sumedang. Ada dua kecamatan di daerah tersebut terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4