Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan-Pemerkosaan Gadis di Cianjur

ADVERTISEMENT

Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan-Pemerkosaan Gadis di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 19:01 WIB
Pelaku penyekapan-pemerkosaan gadis di bawah umur
Foto: Pelaku penyekapan-pemerkosaan gadis di bawah umur (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

PR (21) pelaku penyekapan dan persetubuhan terhadap gadis di bawah umur di Cianjur berhasil ditangkap polisi. Beberapa orang juga akan diperiksa terkait dugaan pelecehan terhadap korban.

"Pelaku ditangkap di rumahnya di Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur," ujar Kapolres Cianjur AKBP Moch Rifai di Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Senin (8/2/2021)

Menurutnya pelaku menyetubuhi korban usai mabuk bersama teman-temannya. Dari penuturan pelaku, korban disetubuhi sebanyak satu kali.

Setelah puas menyetubuhi korban, pelaku malah meninggalkannya di sebuah warung.

"Pengakuannya hanya sekali, tapi masih kami dalami. Korban juga dengan tega ditinggalkan di warung, tidak diantarkan ke rumahnya," kata dia.

Rifai menambahkan polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peran dari teman-teman pelaku yang berada di lokasi. Sebab dari informasi yang diterima, 9 orang teman pelaku juga terlibat melakukan pelecehan namun tidak sampai menyetubuhi korban.

"Sementara kami periksa sebagai saksi, tidak menutup kemungkinan akan jadi tersangka dengan pasal pelecehan seksual. Kalau persetubuhan hanya dilakukan oleh PR," paparnya.

Atas perbuatannya, PR dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, seorang gadis SMP diduga menjadi korban penyekapan dan persetubuhan oleh teman media sosialnya.

Dugaan tindak pelecehan itu bermula ketika gadis asal Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur berkenalan dengan seorang pria di media sosial Facebook.

Setelah berkenalan cukup lama, korban pun janjian dengan pelaku untuk bertemu dan jalan-jalan.

"Awalnya kenal dari Facebook. Udah itu dia jemput ke rumah, ngajak jalan-jalan," ujar korban saat ditemui di rumahnya, Kamis (4/2/2021).

Namun korban ternyata malah dibawa ke rumah pelaku. Di rumah pelaku korban dipaksa meminum sebuah obat berwana kuning yang membuatnya tak sadarkan diri.

"Ketika saya tak pusing, saya mulai disetubuhi oleh pelaku. Karena tidak kuat pusingnya, saya tidak sadarkan diri. Saya baru terbangun besoknya dengan kondisi pakaian yang sudah terganti," ucap korban.

(mso/mso)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT