Banjir Indramayu, 21 Kecamatan Terendam-Ribuan Warga Terdampak

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 18:32 WIB
Banjir di Cihaurgeulis Indramayu
Foto: Banjir Indramayu (istimewa).
Indramayu -

Tiga sungai di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meluap. Imbasnya sebanyak 21 kecamatan terendam banjir. Petugas saat ini masih mengevakuasi korban dan mendata total rumah yang terdampak banjir.

Menurut data BPBD Kabupaten Indramayu, kecamatan yang terdampak banjir antara lain, Lelea, Jatibarang, Kertasmaya, Indramayu, Sindang, Losarang, Terisi dan Haurgeulis.

"Total pendataan sementara ada 21 kecamatan yang terdampak. 10.000 warga yang terdampak, 7.000 keluarga yang terdampak. Untuk rumah masih pendataan," kata Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu Caya saat dihubungi detikcom, Senin (8/2/2021).

Caya menyebutkan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Indramayu sejak kemarin membuat tiga sungai meluap. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Haurgeulis.

"Tiga sungai, semuanya limpasan, yaitu Sungai Cimanuk, Cipanas dan Cipunagara. Di Haurgeulis ketinggian mencapai 3 meter," kata Caya.

Caya mengaku ribuan korban berhasil dievakuasi. Sejak tadi malam BPBD telah mendistribusikan selimut dan perlengkapan lainnya kepada pengungsi.

"Kebutuhan pengungsi sudah tertangani. Logistik sudah ada, bantuan sudah ada," kata Caya.

Namun, lanjut Caya pihaknya masih membutuhkan bantuan lainnya. Hal tersebut guna membantu kebutuhan pengungsi. Selain pengungsian, Caya juga mengaku menemukan kendala terkait proses evakuasi korban.

"Penanganan korban memang ada kendala. Kita kekurangan perahu karet. Saat ini baru ada 10 unit, idealnya sampai 30 unit. Masing-masing kecamatan bisa 10 unit," kata Caya.

Sebelumnya, Banjir merendam Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ketinggian air mencapai 2 meter lebih.

Kepala Basarnas Bandung, Deden Ridwansah mengatakan pihaknya masih mengevakuasi sejumlah korban banjir di Desa Karang Tumaritis, kecamatan Haurgeulis.

"Sudah lebih dari 300 warga dievakuasi oleh tim SAR Gabungan dan dibawa ke kantor Kecamatan Haurgeulis. Selanjutnya didata dan perawatan lebih lanjut," kata Deden dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (8/2/2021).

Lebih lanjut, Deden mengatakan banjir disebabkan jebolnya tanggul Sungai Cipunagara. Deden mengaku saat ini pihaknya masih mendata jumlah pengungsi yang terdampak banjir.

"Kondisi terkini di lokasi masih hujan dengan intensitas ringan dan TMA (tinggi mula air) bervariasi antara 10 hingga 250 sentimeter," kata Deden.

(mso/mso)