19 Karyawan Positif COVID-19, Tahura Dago Tutup Sementara

Muhammad Iqbal, Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 13:48 WIB
Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda
Tahura Dago/Foto: Siti Fatimah/detikcom
Bandung -

Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Juanda (Dago) tutup sementara sejak tanggal 3 hingga 8 Februari. Penutupan Tahura untuk sterilisasi kawasan mencegah penyebaran virus COVID-19, menyusul ditemukannya sejumlah karyawan positif Corona.

"Benar teridentifikasi 19 orang positif," ujar Kepala Tahura Lianda Lubis saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (6/2/2021).

Ia menyesalkan adanya informasi di tengah masyarakat yang saat ini viral bahwa jumlah yang positif berjumlah 35 orang. Ia juga menyayangkan narasi yang dibuat soal penutupan sementara kawasan Tahura.

Beredar pesan berantai melalui aplikasi pesan singat terkait kabar penutupan Tahura. Dalam pesan berantai itu disebukan Tahura tutup karena ada 35 pegawai positif COVID-19.

"Assalamu'allaikum Wr Wb, sekedar informasi utk rekan2 terutama yg suka bersepeda jgn dulu msk kawasan TAHURA Ir. H. Djuanda Dago Pakar, saat ini karyawan dan pengelola serta pedagang didalam TAHURA berjumlah 35 org terkonfirmasi Covid19 sebagian sdh dirujuk ke rmh sakit. Selalu hati2, semoga kita selalu diberi kesehatan Aamiin yra," tulis pesan berantai itu sebagaimana dilihat detikcom pada Sabtu (6/2/2021).

Lianda memastikan informasi tersebut hoaks. "Ini seneng banget orang buat hoaks. Pertama baca berita seperti itu harus kita cermati 'hati-hati ke Tahura ada yang covid' memang yang COVID-19 begal ada di situ, standby di lokasi, nularin ke mana-mana. Kalau dia COVID-19, pasti langsung diisolasi mandiri atau langsung dibawa ke rumah sakit atau di BPSDM.," tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan ditemukannya 19 karyawan positif COVID, saat dilakukan tes swab PCR pada tanggal 1 Februari lalu. "Tanggal 1 Februari kami di-PCR sebanyak 110 orang. Jadi pegawai tahura dan ada non pegawai seperti koperasi dan beberapa mitra. Pedagang tidak ada karena setiap rapid tes umumnya pada lari tidak mau ikut. Pengunjung juga kami sampaikan swab tes free nggak ada yang mau, langsung menghindar," katanya.


Menurutnya 19 orang yang positif semya tidak merasakan gejala. Mereka yang positif sudah dibawa pusat isolasi mandiri milik pemerintah di kantor BPSDM Jabar, Cimahi.

"Hari rabu, semuanya dibawa ke BPSDM karena isolasi di sana, saya tidak perbolehkan isolasi mandiri. Sampai sekarang semuanya di sana dan sehat-sehat saja. Tidak ada gejala apapun juga batuk sedikit pun tidak ada," katanya.

Lianda menegaskan ke-19 karyawannya ini bukan bertugas pada sektor pelayanan yang berinteraksi dengan pengunjung. Berdasarkan penelusuran, diduga mereka yang positif tertular dari wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

"Kemudian kami curiga kenapa seperti ini, yang kena itu bukan petugas yang ada pelayanan sama pengunjung. Kita cek semua banyaknya petugas patroli hutan. Tidak ada yang berinteraksi dengan pengunjung. Saya laporkan ke sekda ini bukan interaksi pengunjung ini kasusnya terbawa di rumah masing-masing. Kami cek rumahnya beberapa zona hitam. Begitu staf kami kena, baru di salah satu daerah mengakui banyak yang positif. Saya tanya aktivitas mereka banyak komunikasi. Saya yakin klaster keluarga. Mereka tidak interaksi pengunjung, bukan di sini," tuturnya.

Dengan ditemukannya 19 karyawan positif, akhirnya pihaknya menutup sementara aktivitas di Tahura. Proses sterilisasi tengah dilakukan pihak pengelola.

"Itu kondisi yang terjadi. saat ini sesuai prosedur kami off dulu sampai tanggal 8 (Februari)," tandasnya.

Lihat Video: Sempat Positif COVID-19, Boy William Beberkan Biaya Perawatan di RS

[Gambas:Video 20detik]



(dir/ern)