Cerita Warga Sukabumi soal Suara Dentuman yang Sempat Bikin Panik

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 12:26 WIB
Warga Sukabumi mendengar suara dentuman misterius.
Foto: Warga Sukabumi mendengar suara dentuman (Istimewa).
Sukabumi -

Suara gemuruh diiringi dentuman terdengar keras di lokasi bencana alam pergerakan tanah di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (30/1) malam tadi.

Warga menyebut dentuman terdengar sekitar pukul 19.00 WIB. Kepanikan dirasakan warga, sebagian mereka berlarian ke pos penanganan bencana di SDN Ciherang, sebagian lainnya malah menuju ke lokasi pergerakan tanah untuk melihat kondisinya.

Pada Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 06.30 WIB, warga melihat pergerakan dan retakan tanah semakin membesar. "Kejadian sekitar pukul 19.30 WIB, suara ngaguruh (gemuruh), reaksinya panik dan ada yang mencari asal lokasi suara. Semua keluar karena ketakutan dan panik," kata Abeng warga setempat, Minggu (31/1/2021).

Menurut Abeng, warga juga sempat melihat ke lokasi tebing dan titik pergerakan tanah. "Ada yang mengecek ke lokasi pergerakan tanah, ada pergeseran nambah lagi, ada retakan juga di tebing," ucapnya.

Sementara itu Cucu, Ketua RT 02/02, Kampung Ciherang, Desa Cijangkar mengatakan ada dentuman disusul gemuruh beberapa detik. Ia menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

"Saya langsung keluar rumah mencari sumber suara, tahu-tahunya masyarakat sudah banyak keluar rumah panik. Saya langsung cari sumber suaranya, tapi tidak ditemukan. Paginya kondisi aliran air berkurang dan retakan tanah semakin bertambah (posisi berubah). Kita bersama petugas BPBD terus lakukan koordinasi memantau pergerakan tanah. Terus lakukan pembongkaran rumah warga yang dikhawatirkan ambruk," ucap Cucu.

Sebelumnya, Asep Has salah seorang relawan kebencanaan di kampung tersebut mengatakan warga sempat berhamburan ketika mendengar suara gemuruh tersebut. Mayoritas warga merupakan pengungsi mandiri yang terdampak bencana pergerakan tanah.

"Malam sampai berhamburan, saya tiap hari di sini memantau pengungsi, tapi laporan dari warga tidak hanya di Ciherang. Tapi warga yakin suara berasal dari lokasi mereka," kata Asep Has melalui sambungan telepon, Minggu (31/1/2021).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat anomali gelombang seismik saat warga melaporkan kejadian itu. Apa penyebab gelombang seismik ini?

"Hasil monitoring BMKG terhadap beberapa sensor seismik di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan adanya anomali gelombang seismik saat warga melaporkan suara gemuruh yang disertai bunyi dentuman," kata Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis, Minggu (31/1/2021).

(sya/mso)