Menengok Pembuatan Wayang Golek Karakter Karya Warga Purwakarta

Dian Firmansyah - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 07:51 WIB
Ujang memperlihatkan wayang golek karakter buatannya..
Foto: Ujang memperlihatkan wayang golek karakter buatannya (Dian Firmansyah/detikcom).
Purwakarta - Ujang Yakub (46) warga Desa Sukamaju, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, salah satu perajin wayang golek yang masih eksis di sentra perajin wayang di wilayah tersebut. Ia mampu bertahan meski gempuran modernisasi dan pandemi Corona ini.

Wayang golek yang terkesan biasa dan jadul, membuat Ujang harus memutar otak. Dari keterampilan dan keuletannya, kini ia mampu menciptakan wayang golek karakter yang eksotis. Kesan jadul dan biasa kini sirna ketika melihat hasil karyanya.

Dilihat detikcom di rumahnya, ia memperlihatkan hasil karya dan proses pembuatan wayang karakter ini. Contohnya ia membuat wayang golek karakter para presiden, mulai dari presiden pertama Soekarno hingga presiden saat ini Joko Widodo.

Hasil karyanya dapat diperhitungkan, kemiripan wajah antara wayang golek karakter dengan wajah asli hampir mirip. Lekuk wajah dan bentuknya ia ciptakan serinci mungkin.

Menurut Ujang keterampilan ini sudah diasah sejak ia berusia 13 tahun usai lulus SD tahun 1987 silam. Ia bekerja di Jakarta di salah satu dalang, dari mulai OB hingga mampu menciptakan wayang golek.

"Kalau wayang golek biasa sejak 1987, sedangkan kalo wayang golek karakter dimulai sejak 1994. Awalnya karena udah bosen bikin wayang biasa, saya coba bikin wayang wajah sendiri, agak mirip-mirip, terus dikembangkan akhirnya ya lumayan lah sekarang mah," kata Ujang di sela-sela membuat golek di rumahnya.

Ujang menceritakan awal mula bisa membuat wayang golek. Ia mencoba mencontoh wayang yang sudah jadi, sedikit demi sedikit ia ikutin lekuk golek dan terus belajar hingga akhirnya mahir. Hanya melihat foto kini ia mampu menciptakan wayang golek biasa maupun karakter.

"Belajar dulu ketika waktu jadi OB, terus ada senior saya di sini tetangga mengajarkan gimana caranya membuat golek. Ya Alhamdulillah sampai sekarang masih membuat golek," ujarnya.

Hasil karya Ujang sudah tembus ke pasar dunia, seperti Kanada, Jepang hingga negara Timur Tengah. Ia banderol wayang golek biasa mulai dari Rp 400- Rp 800 ribu per buah tergantung bentuk dan ukuran. Sedangkan untuk wayang golek karakter rata-rata di patok sebesar Rp 3 juta per buah.

Namun karena pandemi Corona melanda, pesanan baik dalam negeri maupun luar negeri lesu. Ia kini bertahan di pasar lokal.

"1 bulan paling satu, bulan berikutnya belum tahu ada atau enggak. Dulu waktu tahun 1994 pesanan sampai tiga bulan ke depan sudah numpuk, sekarang ya tersendat, mudah-mudahan setelah Corona selesai bisa berkembang lagi," ujarnya. (mso/mso)