Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Badan Geologi Rekomendasikan Jarak Aman 5 Km

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 12:24 WIB
Gunung Merapi erupsi, dilihat dari Ngrangkah, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Rabu (27/1/2021).
Gunung Merapi erupsi, dilihat dari Ngrangkah, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Rabu (27/1/2021). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Bandung -

Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Awan panas dan guguran lava terpantau di gunung yang memiliki puncak di ketinggian 2.930 mdpl tersebut. Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan jarak aman bagi warga untuk beraktivitas adalah lima kilometer dari puncak Merapi.

Eko mengatakan, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Badan Geologi merekam pada 27 Januari 2021 terjadi 52 awan panas guguran di Gunung Merapi dengan jarak luncuran maksimal 3 kilometer ke arah barat daya, terutama di hulu Kali Boyong dan Kali Krasak.

"Terjadi kejadian abu di beberapa tempat, mengingat material halus erupsi dapat terbawa oleh angin," kata Eko dalam keterangan resmi Badan Geologi, Kamis (28/1/2021).

Ia pun meminta agar warga mewaspadai bahaya lahar saat hujan terjadi di puncak Gunung Merapi. "Maka dapat kami sampaikan aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan aktivitas berupa awan panas dan guguran lava, data seismik didominasi kegempaan karena aktivitas guguran," ujar Eko.

Sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Merapi terpantau meningkat sejak Oktober 2020. Penetapan status Gunung Merapi dari level waspada ke Siaga pun diberlakukan pada 5 November 2020.

Dua bulan setelah peningkatan status kewaspadaan tersebut, Gunung Merapi erupsi pada 4 Januari 2021 dengan tipe erupsi efusif. Erupsi efusif sendiri adalah ketika magma basal cair mencapai permukaan, sehingga material vulkanik, lava dan gas keluar perlahan tanpa diiringi ledakan yang merusak.

"Pada tanggal 7 Januari 2021, awan panas pertama terjadi Gunung Merapi hingga saat ini tercatat 95 kali awan panas guguran dengan jarak luncuran terjauh tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," ujar Eko.

"BPPTKG memberikan rekomendasi maksimal lima kilometer dari puncak, hari kemarin Rabu 27 Januari 2021 terjadi 52 kejadian awan panas guguran di Gunung Merapi dengan jarak luncuran terjauh tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," kata Eko.

(yum/bbn)