7.548 Nakes di Kota Bandung Sudah Divaksinasi COVID-19

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 19:20 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Ilustrasi (Foto: AP/Oded Balilty)
Bandung -

7.548 tenaga kesehatan (nakes) telah mengikuti vaksinasi COVID-19 gelombang satu di Kota Bandung.

"Jadi total sasaran yang harus divaksin itu 8.899, yang divaksin 7.548 artinya 84,82 persen (yang ikut vaksinasi)," kata Sekda Kota Bandung Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Selasa (26/1/2021).

Ema menyebutkan, ada sekitar 15,8 persen nakes yang menunda vaksinasi. 'Total yang ditunda vaksin ada 1.351 orang atau 15,18 persen," ujarnya.

Nakes yang belum divaksinasi Corona memiliki beragam alasan, salah satunya tidak lolos screening.

"Alasannya tidak lolos screening, kebanyakan yang tidak lolos screening, yang tidak lolos screening ini mencapai 955 orang, misalnya dia tekanan darahnya tinggi, kemudian setelah diwawancara ada keluhan dan sebagainya, stres atau gimana bisa saja," jelasnya.

Selain tidak lolos screening, ada alasan lain atau tanpa alasan jelas mengapa nakes ini tak ikut vaksinasi.

"Kemudian alasan lain, tidak jelas, mengada-ada, itu enggak percaya diri ada 20 orang. Tadinya mau, dengan begini-begini tiba-tiba takut, mungkin ya mungkin, mungkin juga termakan hoaks," tuturnya.

Seperti diketahui, sekitar 24 ribu nakes di Kota Bandung akan mengikuti vaksinasi hingga Bulan April mendatang. Selain itu, Pemkot Bandung akan menerima total keseluruhan 45 ribu vaksin COVID-19 dari pemerintah Provinsi Jabar.

Ema menambahkan, dirinya akan kembali divaksinasi, Kamis (28/1/2021) mendatang. "Nanti saya divaksin lagi Hari Kamis," pungkasnya.

(wip/mud)