Kota Serang Zona Merah, Kadinkes: Didominasi Klaster Keluarga

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 14:44 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Serang -

Pertama kalinya Kota Serang ditetapkan zona merah pada Senin (25/1) oleh Satgas COVID-19 Banten. Dinas Kesehatan Kota Serang mengungkapkan penyebaran virus yang masuk di lingkungan keluarga jadi penyebab.

"Dalam data kita memang complicated, ada pegawai vertikal, ada kena klaster keluarga. Jadi berbagai klaster muncul, salah satunya karena sebaran klaster agak sedikit tidak terkendali. Tapi yang mendominasi klaster keluarga. Suaminya kena, anaknya kena, muncul begitu," kata Kadinkes Kota Serang M Ikbal di Puspemkot Serang, Banten, Selasa (26/1/2021).

Dari sisi epidemiologi, dua pekan berturut-turut peningkatan jumlah kasus di ibu kota Banten ini selalu di atas 200 pasien. Selain itu, ada peningkatan jumlah tes PCR dan rapid antigen, yang menurutnya semakin banyak tapi belum bisa menyampaikan data jelasnya.

Ikbal mengatakan klaster keluarga ini sangat sulit dikendalikan, khususnya orang tanpa gejala. Pemkot Serang sudah menyarankan isolasi, tapi kadang mereka tidak disiplin.

"Sudah kena, sudah disarankan oleh kita isolasi tapi mereka ini kan tidak disiplin juga dalam mengelola protokol kesehatan di rumahnya. Sehingga kena akhirnya anaknya terpapar itu jadi PR kita semua," kata Ikbal.

Makanya, kata dia, karena saat ini zona merah, Pemkot Serang berencana mengaktifkan kembali rumah singgah dan bekerja sama dengan Kabupaten Serang. Apalagi saat di rumah sakit baik ICU dan rawat inap khusus Corona makin penuh.

"Rumah singgah tidak jadi jaminan, tapi bagaimana melindungi masing-masing termasuk keluarga," ujar Ikbal.

Tonton video 'Zona Merah Corona RI Meroket, Jateng Paling Banyak':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/bbn)