Mengenang Lagi Syekh Ali Jaber: Tak Punya Rumah juga Mobil Hingga Akhir Hayat

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 11:12 WIB
Syekh Ali Jaber meninggal dunia pagi tadi karena sakit Kamis, (14/1). Syekh Ali Jaber  adalah ulama besar dan penghapal Al-Quran yang lahir di Madinah.
Foto: pool
Bandung -

Syekh Ali Jaber wafat pada Kamis, 14 Januari 2021. Kepergian pendakwah asal Madinah itu membuat umat berduka. Pribadinya yang murah senyum dan pesan dakwahnya yang sejuk senantiasa dikenang dari pria yang bernama lengkap Ali Saleh Muhammad Ali Jaber itu.

Malang melintang di dunia dakwah di Indonesia, bahkan dikenal dan disukai oleh rakyat dan pejabat rupanya Syekh Ali Jaber merupakan sosok yang sederhana. Adiknya Syekh Muhammad Jaber mengungkapkan hingga diantar ke liang lahat, Syekh Ali Jaber tak memiliki rumah dan satu mobil pun.

"Syekh Ali Jaber tidak memiliki rumah pribadi, mobil pribadi (juga) beliau tidak punya sama sekali. Dulu punya (mobil) tapi sebelum meninggal beliau tidak memiliki satu mobil pun. Sementara rumah tinggal di Rawamangun adalah rumah kontrak," ujar Syekh Muhammad Jaber dalam akun Youtube resmi Syekh Ali Jaber 24 Januari 2021.

Bahkan, ujar Muhammad Jaber, Ali Jaber pun belum bisa membayar perpanjangan kontrak rumahnya. Beruntung, beberapa hari yang lalu sahabat dekat dari Ali Jaber datang membantu membayarkan kontrakan dari Syekh Ali.

Penjelasan ini, kata Muhamamd Jaber, sekaligus membantah isu kepemilikan properti mewah berupa villa di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Menurut Muhammad Jaber, Ali Jaber hanya membantu mempromosikan villa milik temannya tersebut.

"Beliau hanya membantu mempromosikan villa tersebut, kenapa Syekh Ali Jaber siap dan semangat mempromosikan villa tersebut karena villa tersebut milik temannya, temannya baik, sahabatnya baik dan dia janji Insya Allah akan membantu program sosial, program dakwah Syekh Ali Jaber, karena itu Syekh Ali Jaber membantu mempromosikan villa tersebut," kata Muhammad Jaber.

Pada 23 Januari 2020 Syekh Ali Jaber mengumumkan dirinya menjadi WNI. Ia datang ke Indonesia pada 2008 dengan satu tujuan, yakni mengajar dan mendakwahkan Alquran.

(yum/ern)