Rest Area Panimbang Ditinggal Pedagang, Ini Kata Pemkab Pandeglang

Rifat Alhamidi - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 11:04 WIB
Bangunan rest area di Pandeglang tak terurus ditinggalkan pedagang
Foto: Bangunan rest area di Pandeglang tak terurus (Rifat Alhamidi/detikcom).
Pandeglang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mengakui Rest Area Panimbang, Banten saat ini kondisinya sudah tak terurus. Bangunan yang tadinya difungsikan untuk menunjang operasional jalan Tol Serang-Panimbang, itu malah dibiarkan kosong setelah ditinggalkan para pedagang sejak awal 2020 lalu.

Padahal, pembangunan rest area tersebut menelan anggaran hingga Rp 1,4 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pariwisata tahun 2018. Bahkan pada saat itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita turut meresmikan langsung bangunan tersebut yang digadang-gadang bisa menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Ya, kami akui memang untuk Rest Area Panimbang kondisinya saat ini sedang mati suri. Banyak pedagang yang tutup karena dari sisi usahanya belum berjalan," kata Kabid Pengembangan Wisata Dispar Pandeglang Yana Heryana saat ditemui detikcom di Pandeglang, Banten, Selasa (26/1/2021).

Dia mengungkapkan pada awal peresmian, tadinya 7 kios di rest area itu sudah terisi penuh oleh pedagang. Bahkan, Dispar dan beberapa pegiat kesenian di daerah setempat sempat akan menggarap pelatihan membatik bagi siswa SMP/SMA di Pandeglang.

Namun, sejak pandemi COVID-19 masuk ke Pandeglang pada awal 2020, konsep tersebut gagal total. Dia juga mengakui para pedagang perlahan meninggalkan kios yang mereka isi hingga menyebabkan rest area tersebut kini sepi ditinggalkan penghuninya.

"Karena sekarang kondisinya sedang pandemi, kegiatan pengumpulan massa juga kan belum dibolehkan. Kita pun enggak mau ambil risiko meskipun tujuannya buat meramaikan rest area tersebut," ujarnya.

Terkait perencanaannya, Yana menyatakan rest area itu sengaja dibangun jauh-jauh hari sebelum adanya konstruksi Tol Serang-Panimbang. Dengan harapan setelah adanya jalan tol, perekonomian masyarakat di sekitarnya bisa hidup dan jauh lebih siap.

"Tujuan awalnya untuk menguatkan wisata di daerah sekitar yang menjadi penyangga kawasan Tanjung Lesung, karena ada wacana saat itu jalan tol juga akan segera dibangun di sana. Tapi lagi-lagi karena kondisi pandemi, tol juga ikut terhambat, kami tadinya dari Dispar mengawali itu," tutur Yana.

"Tahun ini kami lagi nargetin supaya Rest Area Panimbang bisa ramai lagi. Sudah kami jadwalkan buat beberes, mudah-mudahan pandemi di Pandeglang juga bisa cepat turun," pungkasnya.

Sebelumnya, bangunan rest area di Jalan Raya Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, kondisinya saat ini sudah tak terurus setelah ditinggalkan para pedagang sejak awal 2020 lalu. Padahal, Pemkab Pandeglang saat itu menghabiskan anggaran hingga Rp 1,4 miliar untuk membangun rest area tersebut yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pariwisata tahun 2018.

Pantauan detikcom, bangunan yang terletak di Desa Mekarsari, Pandeglang, ini sudah banyak yang rusak lantaran tak terurus. Bahkan, atap plafon bangunan itu sudah banyak yang jebol meski baru diresmikan pada akhir 2019. (mso/mso)