Dua Minggu PPKM Jilid ke-1, Kasus COVID-19 di Jabar Tambah 2 Ribu per Hari

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 17:32 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali datangi Puskesmas Garuda di Kota Bandung. Kedatangannya untuk menjalani uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac.
Foto: Wisma Putra
Bandung -

Pemerintah pusat akan memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa - Bali dari 25 Januari hingga 8 Februari 2021. Khusus di Jawa Barat, terdapat 20 daerah yang telah melaksanakan PPKM jilid pertama.

Ke-20 daerah tersebut yakni Kabupaten Sukabumi, Sumedang, Cirebon, Garut, Karawang, Kuningan, Ciamis, Bandung, Bandung Barat, Majalengka, Bekasi, Subang, Bogor, Kota Depok, Tasikmalaya, Banjar, Bandung, Bogor, Bekasi, dan Cimahi.

Seperti diketahui, PPKM jilid pertama dilaksanakan dari 11 - 25 Januari. Setelah dua pekan PPKM jilid pertama, bagaimana peningkatan kasus COVID-19 di Jabar per harinya ?

Dari data yang dihimpun detikcom dari laman Pikobar (pikobar.jabarprov.go.id), selama PSBB proporsional di Jabar terjadi 29.826 kasus di Jabar. Penambahan paling tinggi terhitung pada 15 dan 16 Januari dengan penambahan sebesar 3.095 kasus dan 3.459 kasus.

Angka tersebut merupakan tambahan yang terbesar selama pandemi COVID-19 merebak di Jabar. Jika dirata-rata kan terjadi penambahan 1988 kasus per hari atau hampir mencapai 2 ribu kasus perhari. Meski demikian, Satgas COVID-19 Jabar mengklarifikasi jika data yang dilaporkan pusat merupakan kasus lama.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan rata-rata kasus COVID-19 yang dilaporkan pemerintah pusat belakangan ini masih bercampur antara kasus lama dan kasus baru.

"Per hari ini masih bercampur apa yang diumumkan pemerintah pusat, sebagiannya kasus lama. Tapi presentase kasus lamanya sudah menurun, sementara itu Minggu lalu dua pertiga (2/3) yang dilaporkan adalah kasus lama, karena masih bercampur tapi kasus lamanya relatif dan sedikit," ujar Ridwan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (25/1/2021).

Selama PPKM jilid pertama, Kabupaten Karawang terus menerus berada di zona merah atau daerah dengan tingkat kerawanan COVID-19 yang tinggi. Melihat hal itu, Kang Emil dan unsur Forkopimda lainnya akan melakukan penelusuran penyebab kasus pada pertengahan pekan ini.

"Zona merah masih di enam wilayah dan Karawang, masih tetap (zona merah), jadi ini minggu keenam berturut-turut, ini akan menjadi perhatian kami. Setelah kemarin dinas ke Kabupaten Tasikmalaya, kemungkinan pertengahan minggu akan ke Karawang untuk memastikan, (Karawang) zona merah yang sudah enam minggu berturut-turut," katanya.

(yum/ern)