Alumnus Perguruan Tinggi Jabar Soroti Siswi Nonmuslim Diminta Berjilbab

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 10:48 WIB
Kasus Siswi Nonmuslim Pakai Jilbab, Kepala SMK Negeri 2 Padang Minta Maaf
Kepala Sekolah SMK 2 Padang minta maaf (Foto: Jeka Kamai-detikcom)
Bandung -

Para alumni dari universitas di Jawa Barat yang mengatasnamakan dirinya Alumni Jawa Barat Peduli Pancasila menyoroti kasus yang terjadi di publik dan media sosial mengenai aturan SMKN 2 Kota Padang. Aturan tersebut berisi tentang pelajar perempuan diwajibkan menggunakan hijab saat berada di sekolah, termasuk bagi nonmuslim.

Awal mulanya, aturan mengenai jilbab ini muncul di media sosial dalam bentuk video adu argumen antara orang tua siswa dan Wakil Kepala SMK Negeri 2 Padang. Dalam video itu, terdengar suara perwakilan orang tua yang menjelaskan dirinya dan anaknya adalah nonmuslim. Mereka mempertanyakan mengapa sekolah negeri membuat aturan tersebut.

Juru Bicara Alumni Jawa Barat Peduli Pancasila Budi Hermansyah mengatakan, adanya kasus tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi peraturan berseragam di internal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tidak berjalan mulus.

"Kami meminta dengan adanya polemik ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI memberikan sanksi tegas kepada pihak terkait. Dalam hal ini Dinas Pendidikan setempat juga ikut andil karena lemah dalam melakukan pengawasan," kata Budi dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (25/1/2021).

Dia mengatakan, kasus serupa sering terjadi di lingkungan sekolah negeri. Padahal aturan berseragam sudah ada dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014. Oleh sebab itu, lanjutnya, Mendikbud harus memperkuat pengawasan dan sosialisasi peraturan tersebut hingga petunjuk pelaksanaannya.

Termasuk, kata dia, mempertegas empat tujuan dari Permendikbud yaitu menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, memperkuat persaudaraan dan persatuan di kalangan peserta didik.

"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harus mengembalikan dan menjaga iklim kehidupan toleransi dan harmonis di sekolah negeri yang telah hilang dan memudar. Termasuk menyediakan guru-guru agama lain, khususnya di sekolah-sekolah negeri," ujarnya.

Pihaknya juga mengusulkan agar mata pelajaran Kebangsaan digencarkan kembali dengan metode ajar lebih kekinian dan aktual sehingga meningkatkan rasa patriotisme, nasionalisme dan semangat semboyan kebangsaan yaitu Bhineka Tunggal Ika.

"Semoga peristiwa di SMK Negeri 2 Kota Padang ini menjadi perhatian bagi kita semua dan tidak akan terulang lagi di kemudian hari," kata Budi.

Sekedar diketahui, Alumni Perguruan Tinggi Jawa Barat terdiri dari komunitas Alumni Unpad Peduli Pancasila, Gerakan Anti Radikalisme ITB, Alumni IKIP dan UPI Pembela 4 Konsensus Dasar Bangsa dan Linkar Parahyangan.

(mud/mud)