Harga Sapi Naik, RPH Kabupaten Bandung Tetap Bergeliat

Muhammad Iqbal - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 17:01 WIB
Rumah potong hewan Baleendah Bandung tetap bergeliat meski harga sapi tinggi
Rumah potong hewan Baleendah Bandung tetap bergeliat meski harga sapi tinggi (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung - Harga daging sapi mulai mengalami kenaikan, termasuk di Kabupaten Bandung. Meski demikian, hal tersebut tidak mempengaruhi minat pengepul sapi untuk memotong sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Baleendah Kabupaten Bandung.

Kepala UPTD RPH Kabupaten Bandung Cecep Hendrayadi mengatakan, dalam dua pekan terakhir tidak terjadi penurunan jumlah sapi yang dipotong di RPH.

"Alhdamdulilah, kalau di kami justru stabil, hewan yang dipotong di sini enggak ada penurunan meskipun harga sapi naik," kata Cecep saat ditemui di RPH Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (22/1/2021).

Lanjut Cecep, dalam satu harinya ada sekitar 16 hingga 21 sapi yang dipotong di RPH Baleendah. Hingga kini, jumlah tersebut tidak mengalami penurunan.

"Cenderung stabil, dalam satu hari kita bisa potong 16 - 21 ekor sapi, variatif. Tapi kalau dirata-rata sekitar 19 ekor per hari. Itu sama kaya hari biasa sekitar dua truk-lah," katanya.

Cecep menjelaskan harga daging sapi mahal di pasaran dikarenakan adanya kenaikan harga bobot hidup sapi impor dari Australia. Di mana terjadi kenaikan sekitar Rp 2 - 4 ribuan per satu kilogram bobot hidup sapi.

Bobot hidup sapi merupakan patokan harga pembelian sapi oleh pengepul dari peternak sapi atau perusahaan ternak sapi impor. Maka, dengan naiknya harga tersebut berpengaruh pula pada harga daging sapi potong di pasaran.

"Sekarang harga per satu kilo bobot hidup sapi jadi Rp 48.500 - Rp 51.000. Dulu sekitar Rp 43.000 - Rp 44.000," katanya.

"Harga daging karkas (daging dan tulang) dari pengelup ke pedagang sekitar Rp 94 ribuan. Kalo sekarang dijual di pasaran kisaran Rp 120.000," terangnya.

Bukan hanya itu, kata Cecep, kenaikan harga bobot hidup sapi dipengaruhi pula oleh nilai tukar dollar yang naik terhadap rupiah. "Salah satunya juga karena dolarnya naik," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang sapi di Pasar Kosambi Bandung melakukan mogok dagang. Hal tersebut dikarenakan harga daging sapi yang terus mengalami kenaikan. (mud/mud)