Deni Solang 'Teman Orang Gila' Asal Sukabumi Sakit Stroke

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 17:59 WIB
Deni Solang teman orang gila asal Sukabumi tengah sakit stroke
Deni Solang 'teman orang gila' asal Sukabumi tengah sakit stroke (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Masih ingat dengan Deni Solang? Pria yang pernah mendapat julukan "Teman Orang Gila" karena keseriusannya menampung dan mengobati Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi itu kini dalam kondisi stroke.

Deni mendapat julukan "teman orang gila" karena teknis pengobatan yang "memanusiakan manusia" memperlakukan ODGJ layaknya teman curhat ditambah proses mengajak mereka menekuni berbagai aktivitas yang membuat pada ODGJ ini tidak merasa terbuang.

Detikcom menyambangi Panti Aura Welas Asih (AWA), Deni terlihat duduk ditemani sang istri Leni Nurmayunita. Sudah 6 bulan Deni terserang stroke, setelah mendapat penanganan medis, kondisinya berangsur pulih meskipun tidak "setangguh" dulu.

"Kondisi panti saat ini agak sedikit goyah, karena yang pegang atau orang kuat di panti sedang sakit. Kurang lebih 6 bulan ini kena stroke, akhirnya untuk kepentingan panti banyak terbengkalai. Mulai dari proses birokrasi ke rumah sakit dan banyak lagi," kata Leni, istri Deni kepada detikcom, Selasa (19/1/2021).

Sebelum sakit, Deni memang terkenal vokal dalam menyuarakan kepentingan ratusan ODGJ yang berada di panti AWA. Ia pernah mengerahkan ratusan ODGJ berdemo ke Pemkab Sukabumi, ia juga pernah mengancam akan mengerahkan ODGJ saat kedatangan Presiden Joko Widodo untuk menagih janji ke Kementrian Sosial (Kemensos) pada April 2018 silam.

Kala itu Deni mengeluarkan pernyataan keras sampai akhirnya, dua truk bantuan ditunaikan tidak lama setelah pernyataannya dimuat detikcom.

Deni juga lantang menagih janji relokasi ke Pemkab Sukabumi karena lokasi lama terkena gusuran pembangunan, sampai akhirnya ia mendapat tempat bekas gedung sekolah di Cipatuguran Kecamatan Palabuhanratu.

"Saat ini pasokan obat-obatan ke panti setop, sebelumnya kami mengandalkan itu. Namun karena Dokter Jiwa di RSUD Palabuhanratu tidak ada akhirnya untuk ODGJ dan orang terlantar sudah tidak ada lagi pasokan (obat). Ingin saya bapak cepat sembuh, ingin seperti dulu lagi mengurus panti tidak hanya saya tapi juga semua pengurus panti," lirih Leni.

Selain kondisi stok obat-obatan yang mulai menipis, kondisi COVID-19 makin membuat panti terjepit. Dikatakan Leni ada lebih dari 100 ODGJ yang saat ini membutuhkan perhatian lebih.

"Kondisi adanya Covid dan suami lagi sakit, ingin ada perhatian lebih dari pemerintah untuk masalah makannya, terutama untuk orang terlantar yang ada di sini ada 100 lebih. Sekarang yang berjuangnya lagi sakit," ujarnya.

Leni juga menagih janji BPJS, dulu lembaga tersebut disebut Leni akan menjamin kesehatan ODGJ di panti setelah mendapat E-KTP. Kini menurut Leni, seluruh penghuni panti sudah memiliki E-KTP tersebut.

"Hampir semua ODGJ yang ada di Aura welas asih saat ini sudah memiliki E KTP untuk masalah Kartu Indonesia Sehat (KIS) saat ini masih bingung harus kemana, ke siapa, karena kan dulu dari pemerintah menyarankan harus bikin KIS dengan persayaratan salah satunya E KTP. Sekarang sudah ada kita enggak tau ini harus kemana, karena orang yang mengurusnya suami saya sakit, akhirnya ya tidak terurus lagi," pungkas dia.

(sya/mud)