Jabar Hari Ini: Relawan Uji Klinis Positif Corona-Pramugari Sj182 Dimakamkan Besok

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 20:12 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Ilustrasi (Foto: AP/Oded Balilty)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat, Senin (18/1/2021) dari mulai 25 relawan uji vaksin positif COVID-19 hingga tahanan Lapas Indramayu tewas dianiaya napi.

25 Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Bandung Positif Corona

25 relawan uji vaksin sinovac terkonfirmasi positif COVID-19. Hal itu diungkapkan, Ketua Tim Uji Klinis COVID-19 dari Fakultas Kedokteran Unpad Kusnandi Rusmil.

Relawan yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu terdiri dari 18 penerima plasebo dan tujuh orang yang telah mendapatkan dua kali vaksinasi.

"Untuk uji klinis kemarin itu kan ada yang dapat vaksin, ada yang dapat plasebo. Nanti dilihat berapa yang sakit dapat vaksin, berapa yang sakit dapat plasebo. Dari hasil kemarin yang dapat vaksin yang sakit (terpapar COVID-19) tujuh, yang dapat plasebo 18 (relawan)," kata Kusnandi di tempat kerjanya, kawasan Sukajadi, Kota Bandung.

Ia mengungkapkan, penerima vaksin itu tertular saat berkegiatan di luar. Selain itu, relawan yang terpapar telah menerima vaksin dan gejala COVID-19 yang dialami termasuk dalam kategori ringan.

"Karena kan yang ikut uji klinis banyak yang kemana-mana, dan boleh kemana-mana. Kita tetap kontrol dan dia kalau ada gejala di-swab sama kita. Tapi sebagian besar itu bergejala ringan dan enggak dirawat," ungkap Kusnandi.

Enggak ada larangan bagi relawan untuk beraktivitas. Aktivitas yang dilakukan normal seperti yang lain.

"Nah yang plasebo ada yang dirawat. Orang yang diuji klinis itu boleh kemana-mana, enggak ada yang dilarang sehingga dia mempunyai kesempatan dapat penyakit sama dengan normal," tambahnya.

Dengan adanya kejadian 25 relawan dari 1.620 orang yang ikut dalam proses uji klinis, memengaruhi besaran efikasi vaksin COVID-19 dari sinovac tersebut.

Seperti diketahui, BPOM RI mengumumkan efikasi dari vaksin tersebut berada di kisaran 65 persen.

"Nanti dilihat berapa yang sakit dapat vaksin berapa yang sakit dapat plasebo. Dari hasil yang kemarin yang dapat vaksin yang sakit 7, yang dapat plasebo 18. Kan yang diuji klinis ada 1.620 relawan, artinya 8.810 per tiap-tiap kelompok jadi yang dapat vaksin itu 7/810 berapa persen, 18/810 berapa persen. Nanti dilihat perbandingannya berapa jadi hasil itu berapa dikali 100 persen hasilnya segitu (65 persen)," jelasnya.

Ia menegaskan kembali, bukan berarti yang telah mendapatkan vvaksin bebas COVID-19, menurutnya orang yang telah mendapatkan vaksinasi masih bisa tertular, meski potensi tersebut bisa diminimalisasi oleh vaksin.

"Vaksin itu supaya tubuh kebal terhadap penyakit, tapi ada beberapa orang yang mempunyai gangguan (tidak terbentuk) kekebalan, contohnya orang yang makan obat-obatan tertentu atau terkena penyakit misalleukimia, jadi kemungkinan tetap tertular,"pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5