Warga Dilarang Gelar Resepsi Pernikahan-Khitanan di Kuningan

Bima Bagaskara - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 11:14 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Kuningan -

Bupati Kuningan Acep Purnama kembali mengeluarkan aturan baru di tengah-tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berkaitan COVID-19. Dalam aturan baru itu, Acep melarang masyarakat Kuningan menggelar resepsi pernikahan dan khitanan.

"Selama masa PPKM ini tidak diperbolehkan mengadakan resepsi pernikahan atau khitanan secara terbuka," kata Acep dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (18/1/2021).

Nantinya pelaksanaan hajatan pernikahan harus dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA). Jumlah orang yang hadirnya pun dibatasi. Sementara untuk khitanan harus dilakukan di masing-masing tempat praktik dokter.

"Pelaksanaan akad pernikahan agar dilaksanakan di KUA dengan pembatasan jumlah kehadiran, demikian juga dengan khitanan agar dilaksanakan di dokter maupun mantri sunat," kata Acep.

Untuk mendukung aturan itu, Acep menginstruksikan kepada kepala SKPD dan satgas kecamatan serta desa untuk tidak menerbitkan surat izin pelaksanaan kegiatan. "Kepala SKPD, Satgas Kecamatan, Satgas Desa Kelurahan agar tidak menerbitkan dan mengusulkan rekomendasi pelaksanaan kegiatan masyarakat seperti nikahan dan khitanan," ujar Acep.

Dalam surat edaran itu, aturan yang telah dibuat Bupati Kuningan berlaku hingga 25 Januari 2021 mendatang. "Nanti akan dievaluasi lebih lanjut setelah selesai masa pemberlakuannya," kata Acep.

(bbn/bbn)